BANDA ACEH — Panen kali ini dilakukan secara gotong royong oleh anggota Kelompok Tani Ceria, yang sebagian besar adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka memanen kangkung, tomat, dan kacang panjang dari kebun yang dikelola secara organik di Desa Alue Deah Tengoh, Kecamatan Meuraxa.
Proses pengelolaan kebun dilakukan secara terencana, mulai dari pembibitan hingga penyiraman. Pola tanam bertahap ini memungkinkan panen berlangsung sepanjang musim, sehingga hasilnya tidak hanya untuk konsumsi keluarga tetapi juga dijual untuk menambah penghasilan.
Kas Kelompok Capai Rp320 Ribu dari Penjualan
Program Implementator Rumah Zakat Aceh, Yasir, menyebutkan bahwa angka Rp320.000 yang terkumpul di kas kelompok mungkin belum besar secara nominal. Namun, semangat anggota untuk terus mengembangkan kebun dinilai sebagai modal utama membangun kemandirian ekonomi.
“Nilai tersebut mungkin belum terlalu besar. Namun, semangat anggota kelompok untuk terus berkembang menjadi modal utama dalam membangun kemandirian ekonomi,” ujar Yasir.
Dukungan Donatur dan Pemerintah Desa Jadi Kunci
Ketua Kelompok Tani Ceria, Ani, menyampaikan rasa syukur atas dukungan donatur Rumah Zakat dan pemerintah desa. Menurutnya, kebun yang sudah diinisiasi sejak beberapa tahun lalu tidak akan bertahan tanpa bantuan berbagai pihak.
“Tanpa adanya dukungan dari donatur Rumah Zakat dan pemerintah desa, kebun yang sudah diinisiasi sejak beberapa tahun lalu tidak mungkin dapat terus berjalan dan berkelanjutan,” kata Ani.
Keberhasilan panen ini diharapkan dapat menginspirasi kelompok tani lain di Banda Aceh untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Program kebun gizi sendiri merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Rumah Zakat untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.