ACEH UTARA — Kehilangan tempat belajar akibat banjir kini tak lagi dirasakan para santri di Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah. Balai pengajian yang sempat roboh total itu telah rampung dibangun kembali oleh jajaran TNI AD melalui Korem 011/Lilawangsa dan Kodim 0103/Aceh Utara.
Serah terima bangunan dilakukan langsung oleh Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, dan disaksikan oleh Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Camat Dewantara, serta perwakilan Dinas Dukcapil setempat. Acara itu juga dihadiri oleh puluhan warga dan pengurus yayasan.
“Melalui Pak Danrem, Pak Dandim, dan seluruh anggotanya, balai yang indah ini bisa berdiri kembali. Mulai hari ini sudah bisa digunakan untuk aktivitas belajar para santri,” kata Pimpinan Yayasan, Hj. Cut Rosnah, dalam sambutannya.
Fasilitas Utama Ratusan Santri Yatim Kembali Berfungsi
Cut Rosnah menjelaskan, balai tersebut merupakan fasilitas utama bagi ratusan santri yatim dan piatu tingkat SMP dan SMA di dayah tersebut. Tempat ini digunakan untuk pengajian dan kegiatan belajar rutin setiap siang dan malam hari.
Sejak bangunan itu roboh diterjang banjir, aktivitas belajar para santri sempat terhenti total. Kini, kata Cut Rosnah, kehadiran kembali balai itu menjadi harapan baru bagi anak-anak asuh yayasan yang telah berusia 40 tahun tersebut.
“Alhamdulillah semuanya terwujud. Malam pertama Ramadan kami sudah menggunakan fasilitas baru. Ini menjadi kebahagiaan besar bagi kami,” ujarnya.
Bantuan Tambahan: Pengeras Suara hingga Akta Kelahiran Gratis
Tak hanya membangun ulang balai pengajian, TNI juga menyalurkan bantuan pendukung berupa satu paket pengeras suara, karpet salat, serta peralatan memasak untuk kebutuhan dayah. Bantuan itu, menurut Cut Rosnah, sudah digunakan masyarakat sejak malam pertama Ramadan lalu.
Selain itu, melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Aceh Utara, sebanyak 50 akta kelahiran dan dua akta kematian diterbitkan secara gratis bagi anak yatim dan warga sekitar. Langkah ini dinilai membantu warga yang selama ini belum memiliki dokumen kependudukan resmi.
Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah sendiri telah menjadi salah satu lembaga pendidikan yang membina anak-anak yatim di Aceh Utara selama empat dekade terakhir. Dengan kembalinya balai pengajian, proses belajar mengajar diharapkan berjalan normal kembali tanpa hambatan.