Pencarian

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8 Juta per Mayam, Pembeli Justru Mendominasi Dibanding Penjual

Selasa, 09 Juni 2026 • 16:34:01 WIB
Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8 Juta per Mayam, Pembeli Justru Mendominasi Dibanding Penjual
Harga emas di Banda Aceh mencapai Rp8 juta per mayam pada 9 Juni 2026.

BANDA ACEH — Harga emas di ibu kota Provinsi Aceh ini kembali menembus angka psikologis Rp8 juta per mayam, Selasa (9/6/2026). Angka itu belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan yang berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per mayam, tergantung tingkat kerumitan modelnya.

Daffa, pedagang emas di Toko Emas Italy kawasan Pasar Aceh, mengatakan tingginya harga tidak menyurutkan animo warga. Dari transaksi yang terjadi di tokonya, sekitar 70 persen pelanggan datang untuk membeli, sementara hanya 30 persen yang menjual emas batangan atau perhiasan lama.

“Harga emas hari ini, 9 Juni 2026, kita jual Rp8 juta per mayam. Untuk ongkos pembuatan berkisar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per mayam, tergantung model perhiasannya,” kata Daffa kepada Nukilan.

Pembelian Emas untuk Pernikahan Naik 10 Persen

Daffa mengungkapkan, permintaan emas untuk keperluan pernikahan juga mengalami peningkatan meski tidak terlalu signifikan. Ia memperkirakan kenaikan pembelian untuk kebutuhan tersebut mencapai sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Untuk kebutuhan pernikahan ada peningkatan sekitar 10 persen,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi dan simbol status sosial yang kuat di kalangan masyarakat Aceh, terutama saat musim pernikahan tiba.

Proyeksi Harga: Berpotensi Naik Jelang Akhir 2026

Meski saat ini harga terbilang stabil, Daffa memperkirakan harga logam mulia tersebut berpotensi mengalami kenaikan menjelang akhir 2026. Ia menilai kondisi ekonomi dan politik global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas.

“Kita lihat untuk saat ini harga emas masih stabil. Diperkirakan ke depan, terutama menjelang akhir tahun 2026, harga emas masih berpotensi naik,” ujarnya.

Menurut Daffa, ketidakpastian yang terjadi di sejumlah negara besar biasanya mendorong investor beralih ke emas sebagai aset aman (safe haven), sehingga harga cenderung meningkat. Sebaliknya, jika kondisi global stabil dan kepercayaan terhadap dolar AS tetap tinggi, harga emas berpotensi turun.

“Kalau kondisi negara-negara besar aman dan tidak banyak gejolak, orang bisa lebih memilih memegang dolar daripada emas sehingga harga emas bisa turun. Tapi kemungkinan itu saat ini cukup berat,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks