BANDA ACEH — Guncangan gempa bumi tektonik melanda sebagian besar wilayah pesisir barat Aceh pada Rabu sore. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di laut, tepatnya 85 kilometer barat Jantho, Kabupaten Aceh Besar, dengan kedalaman 19 kilometer.
Patahan Bawah Laut Picu Gempa Dangkal
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan gempa ini termasuk kategori dangkal. Penyebabnya adalah aktivitas patahan bawah laut atau submarine faulting.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas patahan bawah laut,” kata Andi dalam keterangan resmi, Rabu sore.
Getaran Terasa, Warga Diimbau Tetap Tenang
Guncangan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di Aceh Jaya dan Kota Banda Aceh. Meski demikian, hingga beberapa menit pascagempa, belum ada laporan dampak kerusakan.
“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ujarnya menambahkan.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik. Hingga pukul 16.59 WIB, hasil monitoring menunjukkan belum ada gempa susulan atau aftershock.
Peringatan dari Zona Subduksi Aktif
Gempa berkekuatan kecil ini kembali mengingatkan tingginya aktivitas kegempaan di Aceh. Wilayah ini berada di jalur pertemuan lempeng aktif dan dekat dengan zona subduksi, sehingga potensi gempa bumi selalu ada.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi resmi hanya boleh diakses dari kanal BMKG yang terverifikasi.
“Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Andi.