ACEH — ASUS resmi meluncurkan Ascent QN10, mini PC pertama di pasar yang mengandalkan chip Snapdragon X2 Elite dengan NPU 80 TOPS. Perangkat ini sudah dijual di Amerika Serikat mulai USD 1.349,99 (sekitar Rp22 jutaan) untuk varian RAM 16GB dan SSD 512GB. Kehadirannya menandai masuknya prosesor berbasis ARM ke segmen desktop ringkas, segmen yang selama ini didominasi chip x86 dari Intel dan AMD.
ASUS Ascent QN10 mengandalkan Snapdragon X2 Elite X2E-88-100 dengan konfigurasi 18-core dan kecepatan hingga 4,7GHz. Prosesor itu dipadukan dengan GPU terintegrasi Adreno X2-90 serta NPU Hexagon berkapasitas 80 TOPS. Angka tersebut melampaui syarat minimum Copilot+ PC, yang menetapkan NPU minimal 40 TOPS untuk menjalankan fitur AI secara lokal.
Seluruh komponen dikemas dalam bodi berkapasitas sekitar 0,7 liter. Ukuran mungil itu tidak mengurangi kelengkapan port, karena ASUS menyertakan tiga USB4 40Gbps, tiga USB-A 10Gbps, HDMI 2.1, dan LAN 2.5GbE. Untuk koneksi nirkabel, tersedia Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.
Spesifikasi dan Varian Memori
Konfigurasi termurah membawa RAM LPDDR5X-8533 berkapasitas 16GB dan SSD PCIe 4.0 512GB. ASUS juga menyediakan varian dengan RAM 32GB LPDDR5X-9600 bagi pengguna yang menjalankan beban kerja lebih berat.
Kemampuan NPU 80 TOPS membuka peluang menjalankan berbagai workload AI langsung di perangkat, mulai dari pemrosesan gambar, transkripsi suara, hingga model bahasa kecil, tanpa harus bergantung pada layanan cloud. Pendekatan on-device seperti ini relevan bagi pelaku bisnis digital yang menangani data sensitif dan butuh kepatuhan terhadap aturan pelindungan data pribadi.
Harga dan Ketersediaan
ASUS Ascent QN10 kini sudah tersedia di Amerika Serikat. Harga mulai USD 1.349,99 atau sekitar Rp22 jutaan untuk varian 16GB/512GB, sedangkan model 32GB dibanderol USD 1.699 atau sekitar Rp28 jutaan.
Belum ada informasi mengenai harga dan jadwal ketersediaannya di Indonesia. Pasar mini PC lokal selama ini diisi perangkat berbasis Intel NUC, Ryzen, dan lini mini PC dari vendor seperti Intel, Beelink, hingga Minisforum.
Konteks Pasar Mini PC dan Chip ARM
Snapdragon X2 Elite menandai langkah Qualcomm memperluas cakupan chip berbasis ARM dari laptop ke perangkat desktop berukuran ringkas. Efisiensi daya menjadi salah satu nilai jual utama SoC ini, aspek yang biasanya menjadi kelemahan mini PC berbasis x86 berperforma tinggi.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, kehadiran mini PC ber-NPU tinggi memperbesar peluang pengembangan aplikasi AI edge computing di kantor kecil, ruang kerja bersama, hingga infrastruktur ritel. Perangkat seperti ini bisa menjadi alternatif dibanding menyewa GPU cloud untuk inferensi berskala kecil.
Yang masih menjadi pertanyaan adalah kesiapan ekosistem perangkat lunak. Sejumlah aplikasi Windows masih mengandalkan emulasi untuk berjalan optimal di chip ARM, sehingga pengalaman pengguna bisa berbeda dibanding PC berbasis x86. ASUS belum mengumumkan rencana ekspansi pemasaran Ascent QN10 ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.