BIREUEN — Ketua panitia pelaksana HUT ke-27 Bireuen yang juga Kadis PUPR Bireuen, Fadli Amir, menyatakan peringatan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Rangkaian acara dirancang lebih sederhana dan sarat makna keprihatinan. Alasannya, duka mendalam masih menyelimuti warga pascabanjir bandang yang melanda akhir 2025.
"Tahun ini peringatan HUT Bireuen kita laksanakan lebih sederhana daripada tahun lalu, karena masyarakat kita masih dalam suasana berduka akibat musibah banjir bandang pada akhir tahun lalu. Belum semua masyarakat benar-benar pulih dari musibah itu," kata Fadli Amir.
Mengapa Tema "Bireuen Berselawat" Dipilih
Pemkab Bireuen mengusung tema agamis "Bireuen Berselawat" sebagai refleksi spiritual. Tema ini juga menjadi cara memohon keselamatan sekaligus memantik ketegaran warga pascabencana. Fadli menyebut tema itu sejalan dengan arahan Bupati Mukhlis.
"Sesuai arahan Bapak Bupati Mukhlis esensi HUT ke-27 ini adalah penguatan doa bersama, kebersamaan, dan kebangkitan ekonomi warga. Kita tidak ingin perayaan berlebihan, melainkan rangkaian acara menyentuh langsung denyut pemulihan masyarakat, membangkitkan UMKM di tingkat gampong hingga kecamatan," ujarnya.
Upacara Puncak di RTH Cot Gapu, 3.000 Tamu Diundang
Titik puncak peringatan ditandai upacara HUT Kabupaten Bireuen pada 12 Oktober 2026 di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu. Panitia memproyeksikan sekitar 3.000 tamu undangan hadir.
Undangan mencakup jajaran Forkopimda, pejabat daerah, alim ulama, tokoh pendiri kabupaten, aparatur gampong, korps ASN, hingga perwakilan masyarakat luas. Fadli menyebut kehadiran bersama itu sebagai simbol solidaritas dan keteguhan warga untuk bangkit.
Festival Meurukon hingga Pameran UMKM Kecamatan
Meski digelar lebih bersahaja, panitia tetap menyiapkan sejumlah agenda yang berorientasi pada hiburan rakyat, syiar Islam, dan pelestarian adat. Berikut rangkaian kegiatannya:
- Penampilan marawis, hadrah, dan ceramah agama untuk memperkuat syiar Islam sesuai tema "Bireuen Berselawat".
- Festival Meurukon tingkat kecamatan dan Festival Toet Beude Trieng (meriam bambu) sebagai pelestarian kearifan lokal.
- Pameran UMKM kecamatan dan Festival Kuliner Tradisional untuk menggeliatkan ekonomi warga terdampak bencana.
- Jalan santai dan kompetisi olahraga rakyat Sepak Bola Piala Bupati tingkat kecamatan.
Ajakan Bangkit Pascabanjir Bandang
Fadli mengajak seluruh elemen daerah meresapi pesan moral semboyan Kabupaten Bireuen, "Gemilang Datang Padamu, Bila Tekad Kukuh Berpadu". Menurutnya, musibah banjir telah menguji ketabahan warga Bireuen.
"Musibah banjir telah menguji ketabahan kita. Mari kita jadikan momentum hari jadi ke-27 untuk saling menguatkan, merapatkan barisan, memanjatkan selawat demi kemakmuran serta keselamatan Bireuen tercinta ke depan," pungkasnya.