BIREUEN — Pasar tani yang digelar Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh bersama Pemkab Bireuen melalui Distanbun setempat berlangsung di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu. Sebanyak 37 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kabupaten itu ikut menjajakan dagangan, mulai dari bahan pokok hingga makanan dan minuman olahan.
Panitia road show Pasar Tani Aceh, Safitri Leni, S.TP, menyebut kegiatan ini punya keunggulan tersendiri. Berbagai jenis produk UMKM dijual langsung oleh petani, sehingga rantai distribusi pasar yang panjang bisa dipangkas dan harga jual relatif lebih murah.
Harga Minyak Goreng hingga Beras SPHP di Lokasi
Petugas Perum Bulog, M Nasir, menyebut minyak kita kemasan 1 kilogram dijual Rp 15 ribu per kg. Beras medium SPHP dari Bulog dipasarkan Rp 60 ribu per sak.
Pengurus PT Abadi, Zakaria Yusuf, menyampaikan gas elpiji 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18.000 per tabung. Setiap warga yang hendak membeli wajib membawa satu lembar fotokopi kartu keluarga.
Sejumlah kebutuhan dapur yang dijual petani di RTH Cot Gapu juga dipatok bervariasi. Kemiri kupas Rp 46 ribu per kg, bawang packing Rp 20 ribu per kg, cabai merah Rp 64 ribu per kg, bawang kampung Rp 25 ribu per kg, dan bawang putih Rp 30 ribu per kg. Minyak goreng merek Minyak Kita dijual Rp 16 ribu per liter.
Petani Jeumpa: Pasar Tani Beri Ruang Jual Langsung
Satriah (39) dan Fatimah (37), warga Kecamatan Jeumpa, melayani pembeli di lokasi. Keduanya mengaku terbantu dengan gelaran pasar tani ini.
"Saya sangat mendukung pasar tani ini dikarenakan telah sangat membantu petani untuk dapat memasarkan langsung hasil pertanian ke masyarakat, kami harapkan agar digelar secara berkelanjutan," ungkap Fatimah.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang sejak pagi. Mayoritas kaum ibu memadati lapangan untuk membeli aneka barang, makanan, dan minuman dengan harga yang bervariasi sesuai jenisnya.
SMK-PP Bireuen Ikut Jual Hasil Panen Siswa
SMK Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Bireuen turut berpartisipasi menjual kebutuhan dapur hasil tanaman siswa di lahan demplot. Guru Agribisnis dan Tanaman Hortikultura SMK-PP Bireuen, Maiza, merinci cabai merah dan cabai rawit dijual Rp 67 ribu per kg, cabai hijau Rp 40 ribu per kg, bawang Medan Rp 30 ribu per kg, kentang Rp 15 ribu, dan bawang putih Rp 40 ribu per kg.
Sekolah itu juga menjual jajanan hasil produksi siswa berupa makaroni dan keripik kentang seharga Rp 12 ribu per bungkus. Maiza didampingi guru dan siswa melayani pembeli di stan mereka.
Pasar tani ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga daya beli warga sekaligus memberi ruang pemasaran langsung bagi petani dan pelaku UMKM di Bireuen.