BANDA ACEH — Kompetisi yang baru pertama kali digelar UKM Tenis Meja UIN Ar-Raniry itu mempertemukan 70 peserta dari sejumlah kampus di Aceh. Selain Said Muhammad Syahir Akmal dan Raisya Sharina Syahril yang naik podium tertinggi, turnamen juga menyelesaikan kategori pegawai yang dimenangi Muhammad SE dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.
Said Akmal Ungguli Furqan al-Fatin di Kategori Tunggal Putra
Said Muhammad Syahir Akmal menutup turnamen sebagai juara tunggal putra setelah mengalahkan Furqan al-Fatin dari USK yang harus puas di posisi kedua. Posisi ketiga diraih Zaid As-Stabit MZ dari Universitas Serambi Mekkah, sementara Muhammad Fathin Rizqullah dari USK menempati posisi keempat.
Di kategori tunggal putri, Raisya Sharina Syahril membawa pulang gelar juara pertama. Ana Maria finis kedua, disusul Talita Putri Amanda dan Murni di posisi ketiga dan keempat. Empat besar kategori tunggal putri seluruhnya diisi pemain USK.
Kategori Pegawai: Muhammad SE dari Fakultas Syariah dan Hukum Teratas
Muhammad SE dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry keluar sebagai juara kategori pegawai. Posisi kedua diraih Dr Azwir MMLS dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, diikuti Dr Saifullah M Yunus MA dan Dr Zulhelmi MHSc di posisi ketiga dan keempat.
Ketua Umum UKM Tenis Meja UIN Ar-Raniry, Albert Widyanto, menyebut turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi antar kampus. Menurutnya, hasil pertandingan menjadi bahan penjaringan atlet muda yang berpotensi membawa nama UIN Ar-Raniry ke tingkat nasional.
"Kami sedang melakukan penjaringan calon atlet muda yang berpotensi untuk mengharumkan nama baik UIN Ar-Raniry dalam pentas pertandingan tingkat nasional," katanya.
Latihan Konsisten Jadi Kunci Menurut Pembina UKM
Albert menekankan pengembangan kemampuan atlet tenis meja menuntut latihan yang konsisten. Pemain, ujarnya, tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan fisik.
"Tidak ada yang instan dalam dunia tenis meja. Ketekunan dan keseriusan dalam mengikuti latihan menjadi kunci utama seseorang bisa menjadi atlet tenis meja," ujarnya.
Ia menyebut pemain juga harus mampu membaca arah dan putaran bola serta cepat mengambil keputusan saat bertanding.
Misi Membumikan Tenis Meja di Lingkungan Kampus
Ketua Dewan Pembina UKM Tenis Meja UIN Ar-Raniry, Muhammad SE, berharap kegiatan tersebut semakin memperkenalkan tenis meja di lingkungan kampus. Sasaran pengenalan tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen dan tenaga kependidikan.
"Kami memiliki misi untuk membumikan cabang olahraga tenis meja ini, baik untuk kalangan mahasiswa maupun kalangan dosen dan tenaga kependidikan," katanya.
Turnamen perdana ini menjadi ajang pertama UKM Tenis Meja UIN Ar-Raniry mempertemukan peserta lintas kampus di Aceh. Hasil dua hari pertandingan di Kampus Akper Cut Nyak Dhien menjadi dasar penjaringan atlet untuk kompetisi tingkat nasional mendatang.