Pencarian

Olahraga Anak Sesuai Usia: Panduan Aktivitas Fisik 3 Tahun ke Atas

Selasa, 29 September 2026 • 14:36:32 WIB
Olahraga Anak Sesuai Usia: Panduan Aktivitas Fisik 3 Tahun ke Atas
Anak usia 3-5 tahun dianjurkan melakukan gerak dasar seperti berlari, melompat, dan berenang.

ACEH — Anak usia sekolah kini lebih banyak duduk di depan layar ketimbang bergerak bebas. Padahal aktivitas fisik harian mendukung kekuatan tulang, koordinasi tubuh, sampai kemampuan sosial dan emosional. Panduan berikut merangkum pilihan olahraga yang tepat untuk anak usia 3-5 tahun, 6-9 tahun, dan 10 tahun ke atas.

Dokter spesialis ortopedi dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT, Subsp.A(K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menegaskan bahwa aktivitas fisik anak tidak harus berupa olahraga kompetitif atau latihan berat. Tujuan utamanya bukan mencetak atlet sejak dini, melainkan membangun fondasi gerak yang baik.

Gerakan sederhana seperti berlari, melompat, memanjat, melempar, menangkap, dan menjaga keseimbangan sudah cukup untuk melatih motorik. Semua itu sekaligus memperkuat tulang dan otot serta meningkatkan koordinasi tubuh anak.

Olahraga Anak Usia 3-5 Tahun: Fokus pada Gerak Dasar

Anak di rentang usia ini belum membutuhkan olahraga terstruktur. Ibu bisa mengajak si kecil berlari, melompat, bermain bola, bersepeda, atau berenang.

Pilih kegiatan yang sifatnya eksploratif dan menyenangkan. Biarkan anak menentukan permainan yang ia sukai, sementara ibu mendampingi agar tetap aman.

Olahraga Anak Usia 6-9 Tahun: Mulai Terstruktur

Memasuki usia sekolah, anak mulai siap diperkenalkan pada olahraga yang lebih teratur. Pilihannya bisa senam, sepak bola, basket, bulu tangkis, renang, atau bela diri.

Pada tahap ini, anak belajar aturan permainan, disiplin latihan, dan kerja sama tim. Intensitasnya tetap ringan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

Olahraga Anak Usia 10 Tahun ke Atas: Teknik Lebih Spesifik

Anak usia 10 tahun ke atas dapat mempelajari teknik olahraga yang lebih spesifik. Intensitas latihan boleh ditingkatkan, tapi harus bertahap.

Variasi aktivitas tetap diperlukan. Alasannya, growth plate atau lempeng pertumbuhan anak masih aktif sehingga lebih rentan cedera bila hanya fokus pada satu jenis olahraga.

Manfaat Olahraga untuk Tumbuh Kembang Anak

Selain memperkuat fisik, olahraga membentuk disiplin, meningkatkan kepercayaan diri, dan melatih kemampuan bekerja sama. Ketahanan mental anak juga terasah lewat pengalaman menang dan kalah.

Dengan pendampingan yang tepat, aktivitas fisik bisa menjadi kebiasaan hidup sehat yang terbawa sampai dewasa.

Kesiapan Anak Tidak Hanya Soal Fisik

dr. Burhan Sp.A, Subsp.Neuro (K) dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan bahwa kemampuan motorik, kognitif, bahasa, atensi, serta regulasi emosi saling berkaitan dalam proses tumbuh kembang. Karena itu, pemilihan olahraga sebaiknya mempertimbangkan kesiapan anak secara menyeluruh.

"Dengan memahami tahap tumbuh kembang dan karakteristik masing-masing anak, orang tua dapat memberikan aktivitas yang sesuai tanpa membuat anak merasa terbebani," tuturnya.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Segera bawa anak ke dokter bila ia mengeluh nyeri sendi atau otot yang tidak kunjung membaik, mengalami bengkak setelah berolahraga, atau gerakannya terlihat tidak seimbang dibanding anak seusianya.

Untuk kebutuhan penanganan cedera olahraga, Mayapada Hospital memiliki Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang terintegrasi dengan Orthopedic Center. Layanan ini didukung dokter spesialis ortopedi subspesialis anak dan tim multidisiplin.

Sementara itu, Pediatric Center di Mayapada Hospital Bandung (MHBD) menyediakan rawat inap anak dalam satu lantai, Pediatric Emergency 24/7, serta dukungan 11 dokter spesialis dan subspesialis anak. Fasilitasnya termasuk teknologi Vein Finder untuk membantu proses infus agar lebih nyaman bagi anak.

Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior di rumah sakit yang sama juga menyediakan terapi okupasi, terapi wicara, terapi sensori integrasi, fisioterapi anak, hingga tes minat dan bakat. Di Jakarta, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) memiliki Pediatric Emergency 24/7 dengan dokter spesialis anak yang standby on-site.

Orang tua bisa mendapatkan informasi layanan lewat Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau Emergency Call 150990. Aplikasi MyCare juga menyediakan fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI) anak.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks