BANDA ACEH — Workshop yang digelar secara hybrid itu diikuti empat daerah sekaligus: Kota Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah. Di Banda Aceh, kegiatan dipusatkan di Aula Diskominfotik dengan 19 operator OPD hadir langsung, sementara puluhan operator lainnya mengikuti melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh melalui UPTD Statistik, dengan fasilitasi dari Australia Indonesia Partnership–Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (AIP-SCALA).
Apa Itu Portal Satu Data dan Mengapa Operator OPD Perlu Dilatih
Workshop difokuskan pada penguatan kemampuan teknis operator dalam menginput dan mengelola data sektoral. Tujuannya agar data yang dimiliki masing-masing perangkat daerah dapat terkelola melalui Portal Satu Data, bukan tersimpan terpisah di tiap OPD.
Kepala Diskominfotik Banda Aceh Muhammad Zubir menyebut workshop ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman teknis operator sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan portal.
"Daftar data yang akan diinput ke dalam portal nantinya saat ini sedang dalam proses penyusunan oleh Bappeda dan akan ditetapkan terlebih dahulu melalui Forum Satu Data Kota Banda Aceh untuk dijadikan acuan produsen data," kata Zubir.
Kelanjutan Pelatihan Juli 2026 dan Rencana Aksi Satu Data
Menurut Zubir, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari pelatihan pengelolaan dan integrasi data OPD yang telah digelar pada 21-22 Juli 2026 di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin. Workshop kali ini juga menindaklanjuti Rencana Aksi Satu Data Indonesia Kota Banda Aceh, khususnya pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan bimbingan teknis Portal Data Banda Aceh versi 2.0.
Daftar data yang akan menjadi acuan bagi setiap produsen data masih dalam proses penyusunan oleh Bappeda. Daftar itu nantinya ditetapkan melalui Forum Satu Data Kota Banda Aceh sebelum digunakan sebagai acuan resmi.
Harapan: Operator Mampu Manfaatkan Portal Secara Maksimal
Kepala Bidang Statistik Diskominfotik Banda Aceh Desi Anggraini berharap workshop tersebut membuat operator OPD semakin memahami tata kelola data sektoral.
"Harapannya operator semakin paham dan maksimal dalam menginput serta memanfaatkan Portal Satu Data," ujarnya.
Dengan pelatihan ini, data sektoral dari 52 SKPD diharapkan dapat terintegrasi ke dalam satu portal, sehingga pemkot memiliki basis data yang seragam untuk perencanaan pembangunan dan layanan publik.