Pencarian

Sekda Dinsos Aceh Michael Oktaviano Gagas Gerakan PNS "Pegawai Nyambi Sosial", Satu Jam Sebulan untuk Kemanusiaan

Rabu, 07 Oktober 2026 • 12:01:31 WIB
Sekda Dinsos Aceh Michael Oktaviano Gagas Gerakan PNS
Sekda Dinsos Aceh Michael Oktaviano saat menyampaikan gagasan Gerakan Pegawai Nyambi Sosial di Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

BANDA ACEH — Program Layanan Pegawai Nyambi Sosial dirancang agar pegawai tetap menjalankan tugas utama, tetapi menyisihkan sebagian kecil waktunya secara bergiliran untuk membantu masyarakat. Michael Oktaviano menyampaikan gagasan itu di Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Konsepnya sederhana. Satu jam dalam sebulan bisa dipakai untuk mendampingi pasien, mengunjungi lansia, membantu penyandang disabilitas, donor darah, mengantar bantuan, hingga membantu warga terdampak bencana.

Mengapa Satu Jam Sebulan Dinilai Berjuta Manfaat

Michael menilai kekuatan utama gerakan ini terletak pada jumlah orang yang terlibat. Jika 1.000 pegawai menyisihkan satu jam, terkumpul 1.000 jam pengabdian dalam sebulan. Jika jumlahnya mencapai 10.000 orang, menjadi 10.000 jam.

Jika 100.000 pegawai ikut bergerak, akan ada 100.000 jam yang dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan sosial. "Ini bukan lagi sekadar satu jam milik satu orang, tetapi menjadi kumpulan waktu kepedulian yang sangat besar," ungkap Michael.

Ia menegaskan bahwa untuk membantu orang lain tidak harus memiliki banyak waktu. Menurutnya, satu jam yang dilakukan bersama-sama dan terorganisir bisa memberi manfaat besar.

"Tidak perlu meninggalkan pekerjaan dan tidak perlu mengabaikan tanggung jawab utama. Cukup satu jam dalam sebulan, dilakukan secara bergiliran sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing," ujarnya.

Terbuka untuk Honorer, Profesional, hingga Mahasiswa

Pegawai Nyambi Sosial tidak dibatasi hanya untuk aparatur sipil negara. Gerakan tersebut terbuka untuk tenaga honorer, pekerja, profesional, komunitas, dunia usaha, mahasiswa hingga masyarakat umum.

"Yang kita butuhkan sebenarnya bukan siapa yang paling banyak memberi. Yang kita butuhkan adalah sebanyak mungkin orang yang mau memberikan sedikit dari apa yang mereka punya," katanya.

Ketua BFLF Aceh Selatan yang juga Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, menyebut gagasan itu lahir dari pengalaman melihat kebutuhan masyarakat secara langsung. Persoalan sosial, menurutnya, tidak selalu membutuhkan bantuan dalam jumlah besar.

"Seorang pasien mungkin hanya membutuhkan seseorang untuk mengantarkannya berobat. Seorang lansia mungkin hanya membutuhkan seseorang untuk datang dan mendengarkan," ujar Gusmawi.

Mempertemukan Waktu, Tenaga, dan Keahlian dengan Warga yang Membutuhkan

Penyandang disabilitas mungkin membutuhkan pendampingan. Keluarga yang sedang kesulitan mungkin membutuhkan bantuan sederhana berupa makanan atau kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Pegawai Nyambi Sosial diarahkan menjadi gerakan kolaboratif. Program ini mempertemukan orang-orang yang memiliki waktu, tenaga, keahlian, kendaraan, jaringan maupun sumber daya lainnya dengan masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau satu orang hanya mampu membantu beberapa orang, maka ribuan orang yang bergerak bersama dapat menghadirkan manfaat bagi ribuan kehidupan," ujar Gusmawi.

Program tersebut membawa empat pesan utama, yakni bekerja untuk negara, bergerak untuk kemanusiaan, menyisihkan satu jam dan menghadirkan berjuta manfaat.

Bagi penggagasnya, satu jam terlihat kecil jika hanya diberikan oleh satu orang. Ketika waktu yang sama disumbangkan ribuan orang, satu jam tersebut berubah menjadi ribuan jam kepedulian yang manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspadaaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks