SABANG — Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Muchsin Miralza, menyatakan operasi gabungan bersama Tim PORA digelar sebagai langkah proaktif dan preventif. Tujuannya memastikan setiap WNA mematuhi peraturan keimigrasian yang berlaku di Indonesia.
Pelabuhan Balohan dipilih karena menjadi satu-satunya pintu gerbang masuk domestik utama ke Sabang. Posisi itu membuat pelabuhan tersebut menjadi titik krusial dalam pengawasan lalu lintas orang asing di kawasan wisata strategis nasional itu.
Sinergi Antarinstansi Jaga Kedaulatan Hukum di Perairan Sabang
Muchsin menyebut operasi gabungan ini sebagai bentuk sinergi antar instansi dalam menjaga stabilitas keamanan. Kegiatan itu juga menegakkan kedaulatan hukum di wilayah perairan dan perbatasan Indonesia, khususnya di kawasan Sabang.
"Operasi gabungan bersama Tim PORA ini merupakan langkah proaktif dan preventif memastikan setiap WNA mematuhi peraturan keimigrasian yang berlaku di Indonesia," kata Muchsin di Sabang, Kamis.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan menemukan 10 orang WNA yang masuk melalui Pelabuhan Balohan. Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perjalanan (paspor) serta izin tinggal WNA tersebut.
Hasil Pemeriksaan: Seluruh WNA Dinyatakan Sah, Tidak Ada Pelanggaran
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, seluruh WNA itu dinyatakan berada di Indonesia secara sah. Tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigresian dalam kegiatan razia gabungan tersebut.
"Walaupun kali ini tidak ditemukan adanya pelanggaran, kegiatan ini sangat krusial memperkuat sinergi antar lembaga, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan di Sabang," ujarnya.
Meski tidak ada temuan pelanggaran, Imigrasi Sabang menilai operasi tetap penting untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga. Rasa aman bagi warga dan wisatawan menjadi salah satu sasaran dari pengawasan yang dilakukan secara rutin itu.
Imigrasi Sabang Minta Warga dan Pelaku Wisata Aktif Melapor
Imigrasi Sabang mengimbau seluruh unsur masyarakat serta pelaku usaha pariwisata agar turut berperan aktif mengawasi keberadaan orang asing di lingkungan sekitar. Masyarakat diharapkan tidak ragu melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan aktivitas mencurigakan atau WNA yang diduga melanggar aturan keimigrasian.
"Kita berkomitmen untuk terus menjaga keamanan wilayah serta mendukung sektor pariwisata Sabang melalui pelayanan yang profesional dan pengawasan yang humanis, namun tegas," demikian Muchsin Miralza.