Pencarian

Wagub Aceh Dek Fadh Minta Alat Berat Disiagakan di Wilayah Rawan Bencana Jelang Musim Penghujan

Jumat, 09 Oktober 2026 • 17:01:01 WIB
Wagub Aceh Dek Fadh Minta Alat Berat Disiagakan di Wilayah Rawan Bencana Jelang Musim Penghujan
Wagub Aceh Dek Fadh memimpin rapat koordinasi penanganan bencana bersama bupati dan wali kota di Aceh.

JAKARTA — Rapat koordinasi yang digelar Wagub Aceh H. Fadhlullah atau Dek Fadh diikuti para bupati dan wali kota dari wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Turut mendampingi Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi dan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga. Pembahasan berfokus pada penanganan bencana yang masih berlangsung serta persiapan menghadapi potensi bencana susulan.

Menurut Dek Fadh, kesiapsiagaan mesti dibangun sejak awal. Ekskavator perlu tersedia di kabupaten dan kota terdampak maupun di titik rawan agar bisa langsung dipakai saat kondisi darurat terjadi.

"Kita perlu mengantisipasi kemungkinan bencana susulan. Karena itu, alat berat harus disiapkan dan siaga di daerah-daerah rawan sehingga ketika terjadi kondisi darurat, peralatan tersebut bisa langsung digunakan," ujar Dek Fadh.

Surat Permohonan Resmi Jadi Syarat Pemetaan Kebutuhan

Untuk mempercepat pemenuhan alat berat, seluruh bupati dan wali kota terdampak diminta segera mengirim surat permohonan resmi kepada Ketua Satgas PRR. Surat itu menjadi dasar inventarisasi dan pemetaan kebutuhan tiap daerah, disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kondisi lapangan.

Pemetaan tersebut menentukan prioritas pengiriman alat berat ke titik yang paling berisiko. Tanpa data resmi dari daerah, distribusi peralatan dikhawatirkan tidak tepat sasaran.

Penanganan Sungai Jadi Kunci Cegah Banjir Susulan

Dek Fadh memberi apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera I yang menangani sungai-sungai terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Sejumlah sungai mengalami pendangkalan dan perubahan alur akibat material yang terbawa banjir dan longsor.

Penanganan sungai tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah pusat atau Pemerintah Aceh. Pemerintah kabupaten dan kota juga diminta aktif menangani sungai serta saluran air yang dangkal, menyempit, atau tertutup material pascabencana sesuai kewenangan masing-masing.

"Kami mengapresiasi kerja keras BWS Sumatera I yang terus bergerak menangani sungai pascabencana. Namun, pemerintah kabupaten dan kota juga harus aktif. Sungai yang dangkal akibat material bencana harus segera ditangani sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan di akhir tahun," tegasnya.

Normalisasi Sungai Dipercepat Sebelum Curah Hujan Meningkat

Dek Fadh mengingatkan kesiapan menghadapi musim penghujan tidak boleh menunggu curah hujan tinggi datang. Normalisasi dan pembersihan sungai di wilayah rawan perlu disiapkan lebih awal, terutama di daerah yang sebelumnya dilanda banjir, longsor, atau sedimentasi berat.

Koordinasi antara Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten dan kota, BWS Sumatera I, serta pemerintah pusat diminta terus diperkuat. Penanganan yang terpadu dinilai mempercepat respons saat bencana susulan terjadi.

Melalui langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Aceh berharap kesiapan alat berat, pemetaan titik rawan, dan penanganan sungai mampu menekan risiko banjir pada musim penghujan di penghujung tahun.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediasatunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks