ACEH — Universitas Nusa Cendana menggabungkan pemeriksaan USG bagi ibu hamil dengan pelatihan hidroponik untuk keluarga balita stunting di Kota Kupang. Program pengabdian ini menjangkau 50 peserta, terdiri dari 10 ibu hamil dan 40 ibu dengan balita terindikasi stunting.
Ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana, Regina M. Hutasoit, menegaskan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan. Pemantauan kesehatan ibu dan janin menjadi kunci, begitu pula pemenuhan gizi keluarga setelah anak lahir.
"Pencegahan stunting harus menjadi gerakan proaktif sejak masa kehamilan. Melalui pemeriksaan USG spesialis ini, kami memastikan para ibu memahami perkembangan janinnya secara rinci sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan asupan gizi esensial hingga masa persalinan," kata Regina di Kupang.
USG Spesialis untuk Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Janin
Pemeriksaan USG bagi 10 ibu hamil dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Undana dengan melibatkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Pemeriksaan ini bertujuan memantau pertumbuhan janin sekaligus mendeteksi dini kemungkinan gangguan pertumbuhan, termasuk Intrauterine Growth Restriction (IUGR).
Melalui pemeriksaan tersebut, para ibu hamil mendapat kesempatan mengetahui kondisi perkembangan janin secara lebih rinci. Mereka juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemantauan kehamilan dan pemenuhan kebutuhan gizi yang optimal.
Pelatihan Hidroponik untuk Keluarga dengan Balita Stunting
Selain intervensi kesehatan selama kehamilan, tim PKM Undana memperkuat pemenuhan pangan bergizi keluarga melalui pelatihan hidroponik bagi 40 ibu yang memiliki balita terindikasi stunting. Pelatihan berlangsung di Puskesmas Sikumana.
Peserta diajarkan teknik budidaya tanaman pangan menggunakan sistem hidroponik sederhana. Metode ini memanfaatkan bahan rumah tangga dan barang daur ulang, sehingga mudah diterapkan di rumah masing-masing.
Setiap peserta menerima paket awal budidaya hidroponik yang terdiri atas benih tanaman, media tanam, dan nutrisi tanaman. Tim berharap pelatihan ini membantu keluarga menyediakan sayuran segar secara mandiri tanpa menambah beban pengeluaran berlebihan.
Mengapa Pendekatan Ganda Ini Penting untuk Cegah Stunting
Stunting tidak hanya soal asupan gizi setelah anak lahir. Kondisi ini bisa dicegah sejak janin masih dalam kandungan melalui pemantauan kesehatan yang rutin dan deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan.
Kombinasi pemeriksaan USG dan pemberdayaan keluarga melalui hidroponik diharapkan memperkuat upaya pencegahan stunting di Kota Kupang. Deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan berjalan seiring dengan peningkatan akses keluarga terhadap pangan bergizi.
Undana mendorong keterlibatan perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting. Pemantauan kesehatan ibu dan janin dipadukan dengan pemberdayaan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri.
Bagi ibu hamil di Kota Kupang dan sekitarnya, program semacam ini bisa menjadi contoh nyata bahwa pencegahan stunting dimulai dari langkah sederhana: rajin memeriksakan kehamilan dan memastikan keluarga punya akses sayuran segar setiap hari.