BANDA ACEH — Rombongan MAPIM dipimpin langsung Presiden MAPIM Tuan Haji Mohd. Azmi bin Abdul Hamid. Ia didampingi sejumlah pengurus MAPIM, perwakilan Multiversiti MAPIM, serta perwakilan Kementerian Agama Kamboja, Ijob Aitskary.
Dari pihak Wali Nanggroe, hadir Staf Khusus M. Raviq. Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyatakan pertemuan berlangsung hangat dan fokus pada penguatan hubungan bilateral melalui sektor-sektor produktif.
Empat Sektor yang Ditawarkan MAPIM untuk Kerja Sama
Mohd. Azmi menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan yang diberikan lembaga Wali Nanggroe. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa.
"Bismillahirrahmanirrahim. Saya pikir ini adalah satu penghormatan yang tinggi di mana kami diterima untuk berkunjung dan mendengar sendiri cerita, kisah, sejarah, perjuangan. Semuanya itu memberi inspirasi yang tinggi kepada kami," ujar Mohd. Azmi.
Ia menyebut pihaknya membawa misi membuka kerja sama di sektor-sektor krusial. Bidang yang ditawarkan mencakup pendidikan, ekonomi, pangan, dan sejumlah bidang lain yang dinilai mendukung pembangunan Aceh ke depan.
"Saya telah menyatakan bahwa kunjungan kami adalah menyatakan hasrat untuk ada kerja sama antara Malaysia dengan Aceh dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, pemakanan (pangan), dan sebagainya," tambahnya.
Harapan Hubungan Berkelanjutan Antarorganisasi
Mohd. Azmi berharap kerja sama tidak berhenti di tingkat lembaga tinggi. Menurutnya, hubungan berkelanjutan antara banyak organisasi di Aceh dan Malaysia menjadi kunci.
"Kita mengharapkan suatu perhubungan yang berkelanjutan antara banyak organisasi di Aceh dan juga di Malaysia. Jadi itu yang saya kira pencapaian yang sangat baik, pemulaan yang sangat baik untuk kita mengadakan usaha masa depan Aceh," tutup Mohd. Azmi.
Respons Wali Nanggroe: Pendidikan Islam, Ekonomi Syariah, Ketahanan Pangan
Wali Nanggroe menyambut positif hasrat tersebut dan menyatakan komitmen penuh membuka pintu kolaborasi. Hubungan historis dan emosional Aceh-Malaysia, katanya, harus diwujudkan dalam kerja sama konkret yang membawa maslahat bagi kedua pihak.
"Kami sangat menyambut baik kehadiran dan niat mulia dari delegasi MAPIM. Aceh selalu terbuka untuk kolaborasi strategis, terutama dalam memajukan sektor pendidikan Islam, penguatan ekonomi syariah, dan ketahanan pangan," tuturnya.
Wali Nanggroe berharap rencana kerja sama ini segera ditindaklanjuti secara teknis. Tujuannya agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Kolaborasi yang dibangun tidak hanya di tingkat lembaga tinggi. Wali Nanggroe menyebut berbagai organisasi kemasyarakatan di kedua wilayah turut dilibatkan dalam rencana tersebut.