Pencarian

IHSG Melemah ke 5.901, Jauh dari Level 6.000 di Awal Perdagangan

Selasa, 13 Oktober 2026 • 09:37:01 WIB
IHSG Melemah ke 5.901, Jauh dari Level 6.000 di Awal Perdagangan
IHSG terparkir di level 5.901,82 pada pukul 09.05 WIB, turun 34,32 poin atau 0,58 persen.

ACEH — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terparkir di level 5.901,82 pada pukul 09.05 WIB, turun 34,32 poin atau 0,58% dari posisi sebelumnya. Pelemahan terjadi sejak pembukaan sesi, dengan indeks sempat menyentuh titik terendah 5.880,85. Mayoritas saham memerah, menandakan tekanan jual mendominasi pasar pagi ini.

Data perdagangan RTI menunjukkan IHSG dibuka langsung di zona merah pada level 5.914,98. Setelah itu, indeks terus meluncur hingga menyentuh 5.880,85, menjauh dari ambang psikologis 6.000 yang terakhir kali menjadi acuan pasar.

Tekanan jual terlihat merata. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 328 saham melemah, sementara hanya 186 saham yang masih menguat. Sebanyak 184 saham lainnya stagnan tanpa pergerakan.

Volume dan Nilai Transaksi Pagi Ini

Total volume perdagangan mencapai 2,57 miliar saham dengan nilai perputaran uang Rp 806,8 miliar. Frekuensi transaksi tercatat 118.350 kali.

  • IHSG dibuka: 5.914,98
  • Titik terendah: 5.880,85
  • Posisi pukul 09.05 WIB: 5.901,82
  • Penurunan: 34,32 poin (0,58%)
  • Saham melemah: 328
  • Saham menguat: 186
  • Saham stagnan: 184
  • Volume: 2,57 miliar saham
  • Nilai transaksi: Rp 806,8 miliar
  • Frekuensi: 118.350 kali

Tekanan Jual Dominasi Hampir Seluruh Sektor

Rasio saham melemah terhadap saham menguat mencapai hampir 2 banding 1. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual di awal sesi, bukan akumulasi.

Level 5.900 menjadi titik krusial yang perlu dicermati. Jika indeks bertahan di atas level tersebut, potensi rebound teknikal masih terbuka. Sebaliknya, penembusan ke bawah 5.880 berpotensi membuka ruang penurunan lebih dalam.

Jarak dari Level 6.000 Makin Melebar

Posisi IHSG saat ini terpaut sekitar 98 poin dari level 6.000. Sepanjang sesi pagi, belum terlihat sinyal pembalikan arah yang signifikan.

Investor disarankan mencermati pergerakan volume dan nilai transaksi pada sesi berikutnya. Peningkatan volume disertai penguatan harga bisa menjadi indikasi awal masuknya kembali minat beli.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks