FDP Perkuat Pembinaan Mualaf di Perbatasan Aceh Singkil Jelang Idul Adha, 17 KK Belum Punya Tempat Ibadah

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 10:27:01 WIB
Tim FDP menyerahkan paket Lebaran kepada mualaf binaan di Desa Napagaloh, Aceh Singkil.

Tim FDP yang dipimpin Manager Program, Teuku Azhar Ibrahim, menyalurkan paket Lebaran kepada para mualaf binaan di Desa Napagaloh, Kecamatan Danau Paris, Rabu (20/5). Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Camat Danau Paris, Bungaran Tumangger, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pusat Dakwah di Jalur Lintas Provinsi

Selain penyaluran bantuan, tim FDP meninjau perkembangan pembangunan Musala Al Hijrah di Lae Balno, yang berlokasi sekitar 70 meter dari gerbang perbatasan. Musala ini dirancang sebagai pusat pembelajaran Al-Qur'an bagi anak-anak dan tempat pembinaan keislaman masyarakat dengan pendekatan dakwah yang damai dan inklusif.

"Lokasi musala yang berada di jalur lintas antarprovinsi juga dinilai strategis sebagai tempat singgah musafir," kata Teuku Azhar Ibrahim dalam keterangannya.

Tanah Wakaf untuk Musala Baru

Dalam kunjungan itu, FDP juga meninjau tanah wakaf milik seorang mualaf bermarga Sihombing di Dusun I Beskang. Lahan tersebut dihibahkan untuk pembangunan musala baru guna mengatasi keterbatasan fasilitas ibadah yang selama ini dihadapi warga setempat.

Camat Danau Paris, Bungaran Tumangger, menyampaikan dukungan pemerintah kecamatan terhadap program FDP. Ia menilai kehadiran lembaga dakwah itu penting, terutama karena jumlah mualaf di kawasan perbatasan terus meningkat.

Bantuan Modal Usaha untuk Kemandirian Ekonomi

FDP menilai penguatan dakwah di wilayah perbatasan tidak bisa berjalan sendiri tanpa diiringi peningkatan kesejahteraan. Karena itu, selain pembinaan keagamaan, tim juga mengevaluasi perkembangan program bantuan modal usaha bagi para mualaf binaan.

Sejumlah penerima manfaat disebut mulai menunjukkan perkembangan positif. FDP berharap program ini mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus ketahanan sosial masyarakat Muslim di daerah perbatasan.

Program pembinaan ini dijalankan FDP bekerja sama dengan BAZNAS sebagai bagian dari penguatan dakwah di kawasan yang minim pendampingan. Teuku Azhar menegaskan, program dakwah di wilayah perbatasan tidak hanya berfokus pada ceramah keagamaan, tetapi juga mencakup penguatan sumber daya manusia, pendidikan Islam, pembangunan rumah ibadah, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: minanews.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top