Pencarian

Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Pelindo di Tanjung Priok Layak Jadi Contoh BUMN Lain

Rabu, 08 Juli 2026 • 14:04:32 WIB
Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Pelindo di Tanjung Priok Layak Jadi Contoh BUMN Lain
Ombudsman menilai pelayanan publik Pelindo di Tanjung Priok layak menjadi contoh bagi BUMN lain.

ACEH — Penilaian tersebut disampaikan Partono usai meninjau sejumlah titik layanan utama di pelabuhan terbesar di Indonesia itu. Rombongan Ombudsman menyambangi Planning and Control PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), Terminal Penumpang Tanjung Priok, hingga Terminal NPCT1. Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik sekaligus melihat langsung proses pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa.

Transformasi yang Terlihat Langsung

“Pelayanan publik di Pelindo sudah berjalan dengan sangat baik. Mulai dari aspek sistem, fasilitas, hingga respons terhadap pengguna jasa menunjukkan perubahan yang positif,” ujar Partono dalam keterangannya.

Ia menambahkan, komitmen perusahaan pelat merah ini dalam meningkatkan kualitas layanan patut dipertahankan. “Praktik pelayanan seperti ini patut menjadi contoh bagi BUMN lain dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan berorientasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Pelindo: Masukan Jadi Bahan Perbaikan

Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, masukan dari Ombudsman menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ombudsman RI. Masukan yang diberikan menjadi bagian penting dalam upaya kami terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Hendri. Ia menegaskan, Pelindo menjadikan pelayanan publik sebagai salah satu prioritas utama, sejalan dengan transformasi kepelabuhanan yang tengah berjalan.

Budaya Pelayanan, Bukan Sekadar Standar

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya pelayanan di seluruh unit operasional. Ia menekankan, pelayanan yang baik harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar memenuhi standar formal.

“Pelayanan yang baik harus menjadi budaya, bukan sekadar memenuhi standar. Karena itu kami terus memastikan setiap layanan berjalan cepat, aman, dan memberikan kepastian bagi pengguna jasa,” ujar Budi.

Ia menutup dengan menyatakan bahwa evaluasi dari Ombudsman akan menjadi bahan perbaikan. “Kami terbuka terhadap setiap masukan. Kolaborasi dengan Ombudsman menjadi pengingat agar transformasi yang kami lakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: revolusinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks