ACEH BESAR — Lonjakan minat masyarakat berkurban mendorong pedagang sapi lokal meningkatkan pasokan secara signifikan. Khairuddin, peternak asal Kecamatan Krueng Barona Jaya, mencatat kenaikan omzet hingga 30 persen dibanding momen kurban tahun lalu.
"Alhamdulillah penjualan tahun ini naik 30 persen dibanding tahun sebelumnya seiring meningkatnya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban," kata Khairuddin, Kamis.
Sapi yang dijual di peternakannya memiliki rentang harga yang lebar, mulai dari Rp16 juta hingga Rp72 juta per ekor. Variasi ini disesuaikan dengan berat badan hewan yang tersedia.
Khairuddin merincikan, bobot sapi kurban yang terjual mulai dari 300 kilogram, 500 kilogram, 800 kilogram, bahkan ada yang mencapai 1 ton. Hal ini memungkinkan pembeli dari berbagai kalangan untuk menyesuaikan dengan anggaran masing-masing.
Seluruh stok sapi milik Khairuddin telah dipesan oleh para pembeli dan mitra setianya. Pantauan di lapangan menunjukkan, pembeli berasal dari berbagai segmen, termasuk perbankan seperti BSI Aceh, instansi pemerintah, universitas, dan perorangan.
Saat ini, kata Khairuddin, proses pengantaran sapi yang sudah dibeli tengah berlangsung ke titik-titik lokasi sesuai permintaan pembeli. "Kami sedang memproses pengantaran sapi yang sudah dibeli oleh masyarakat dan lembaga ke titik lokasi sesuai dengan permintaan dari para pembeli," ujarnya.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Besar memastikan ketersediaan hewan ternak di daerah itu mencukupi. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Aceh Besar, Uzir, menyebutkan total persediaan mencapai 3.242 ekor.
Rinciannya, sapi jantan sebanyak 1.643 ekor, kerbau jantan 477 ekor, dan kambing sebanyak 1.122 ekor. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi permintaan tradisi meugang dan ibadah kurban Idul Adha 1447 Hijriah.
Kenaikan 30 persen volume penjualan yang dialami Khairuddin mencerminkan tren peningkatan daya beli dan kesadaran masyarakat untuk berkurban. Kepercayaan pembeli dari lembaga formal seperti perbankan dan universitas juga menjadi indikator kualitas peternakan lokal.
Dengan pasokan yang terjamin dan harga yang kompetitif, peternak seperti Khairuddin mampu memanfaatkan momen Idul Adha untuk mengerek pendapatan jauh di atas hari biasa. Kondisi ini juga memperkuat rantai ekonomi lokal di sektor peternakan Aceh Besar.