Pencarian

Danantara Dikhawatirkan Ganggu Ekspor Emiten Tambang, ABMM Peringatkan Potensi Kerugian

Sabtu, 30 Mei 2026 • 12:39:01 WIB
Danantara Dikhawatirkan Ganggu Ekspor Emiten Tambang, ABMM Peringatkan Potensi Kerugian
Manajemen ABMM khawatir sentralisasi ekspor tambang dapat memperpanjang waktu pengiriman dan menekan margin usaha.

ACEH — Manajemen ABMM dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (30/5) menyoroti potensi tambahan rantai birokrasi yang bisa memicu penumpukan barang dan memperpanjang waktu pengiriman. "Skema ekspor dilakukan secara terpusat melalui badan usaha maupun lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah, yang berpotensi mengurangi fleksibilitas bisnis dan efisiensi rantai nilai," tulis manajemen ABMM.

Dari sisi keuangan, perseroan memperkirakan margin usaha tertekan karena hilangnya ruang negosiasi langsung dengan pelanggan. Biaya administrasi dan koordinasi baru dinilai bakal menggerus laba bersih. Lebih kritis lagi, sentralisasi transaksi ekspor berpotensi menunda arus kas masuk (cash-in) yang mengganggu likuiditas perusahaan.

Ancaman Mismatch Mata Uang dan Pelemahan Rupiah

ABMM juga mengingatkan potensi mismatch mata uang apabila penerimaan dolar AS berkurang akibat sentralisasi. Kondisi ini meningkatkan risiko pembayaran kewajiban ketika rupiah melemah. "Risiko tertundanya arus kas masuk akibat sentralisasi transaksi ekspor komoditas menjadi perhatian utama Perseroan," tambah manajemen.

Amman Mineral Pilih Tunggu Aturan Final

Sikap berbeda diambil PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Perusahaan masih menunggu kejelasan final aturan sebelum memberikan penilaian. "Kami meyakini akan terlalu dini untuk menyampaikan tanggapan atas potensi dampaknya pada tahap ini," tulis manajemen. Namun, AMMN mengakui tidak bisa mengesampingkan kemungkinan dampak langsung jika cakupan beleid mencakup tembaga, emas, dan produk ekspor lainnya.

Perseroan berharap pengaturan dirumuskan dengan jelas dan praktikal secara komersial. "Serta tetap menjaga kelangsungan usaha dan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi," tegas manajemen.

ANTM Justru Lihat Peluang Hilirisasi

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru memandang kebijakan ini sebagai momentum positif bagi hilirisasi. "ANTAM pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat koordinasi ekspor nasional, meningkatkan daya saing produk hilir Indonesia," tulis manajemen. Fokus bisnis ANTM saat ini masih didominasi pasar domestik. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026, penjualan dalam negeri mencapai Rp 28,31 triliun atau 97% dari total penjualan bersih.

NICE Tak Terdampak Langsung, Pelanggan Bisa Kena Imbas

PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) menyebut kebijakan belum berdampak material karena perseroan tidak memiliki aktivitas ekspor. Meski demikian, NICE mengakui pelanggannya yang memasok smelter atau fasilitas pengolahan berorientasi ekspor berpotensi terkena dampak tidak langsung dari implementasi PP Tata Kelola Ekspor SDA.

Kebijakan ekspor satu pintu ini masih dalam tahap pembahasan. Namun, kekhawatiran yang disampaikan emiten tambang menunjukkan betapa krusialnya fleksibilitas perdagangan bagi industri yang selama ini menjadi penopang devisa negara.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks