Target Tarung Derajat Aceh ke PON 2028: Masuk Peringkat I atau II Nasional, Prestasi Terus Meningkat

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 12:51:01 WIB
Pengprov Tarung Derajat Aceh menargetkan peringkat I atau II nasional pada PON 2028.

BANDA ACEH — Target tinggi dicanangkan Pengprov Tarung Derajat Aceh untuk PON 2028. Alfata, yang telah memimpin organisasi selama dua periode, optimistis peringkat kedua, bahkan pertama nasional, bisa diraih.

"Saya sudah dua periode pimpin, jadi target kami harus naik peringkat II atau kalau bisa peringkat I nasional," ujar Alfata dalam sambutannya, Kamis (18/6).

Catatan Prestasi Satu Dasawarsa: Dari PON Kaltim hingga PON Aceh-Sumut

Alfata merinci capaian Tarung Derajat Aceh sejak PON Kaltim 2008. Saat itu, atlet putra-putri Aceh membawa pulang 1 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu, menempatkan Aceh di peringkat tiga nasional.

Pada PON Papua (Timika) 2021, prestasi gemilang kembali diraih dengan raihan 3 emas, 1 perak, dan 5 perunggu. Aceh masih kokoh di jajaran tiga besar. Di Kejurnas 2022, Aceh sukses merebut lima medali emas, 3 perunggu, dan menjadi runner-up setelah Jawa Barat.

Puncaknya, pada PON Aceh – Sumut 2024, kontingen Tarung Derajat Aceh menyumbang dua emas, dua perak, dan tujuh perunggu. "Ini suatu kebanggaan bagi Aceh yang telah berjuang di kancah olahraga nasional," kata mantan anggota DPRA periode 2009–2019 ini.

Kaderisasi Atlet Muda dan Pra PORA 2026

Untuk mencapai target PON 2028, Alfata menekankan pentingnya kaderisasi. Atlet pemula berusia 18–23 tahun tengah digembleng agar siap bertarung di even lima tahunan mendatang. "Mereka harus terus berlatih dengan tekun, serius, serta disiplin," tegasnya.

Ketua Panitia Ilyas Ramli melaporkan, Pra PORA Tarung Derajat Aceh tahun ini diikuti 170 atlet, 60 ofisial dan pelatih, serta 30 wasit juri. Sebanyak 19 kabupaten/kota berpartisipasi, termasuk Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, Abdya, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Simeulue.

Pembukaan Pra PORA ditandai dengan kehadiran Kadispora Aceh, T Banta Nuzullah, yang mewakili Sekda Aceh, serta Ketua Harian KONI Aceh, Kennedy Husen. Ajang ini menjadi barometer sekaligus ajang seleksi atlet menuju PORA dan PON mendatang.

Prestasi di Kancah Internasional

Tak hanya di level nasional, Tarung Derajat Aceh juga menorehkan prestasi di Asia. Pada kejuaraan internasional Asean di Bali tahun 2015, dua atlet Aceh, Kandar Hasan dan Suhermansyah, menyumbang dua medali emas dari total lima emas yang diraih Indonesia. Saat itu, Indonesia keluar sebagai juara umum.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: beritarakyataceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top