BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh menggandeng akademisi untuk memperluas penggunaan dua platform pengaduan layanan publik, yaitu SP4N-LAPOR! dan Saleum. Sosialisasi yang digelar di kampus UIN Ar-Raniry ini menyasar mahasiswa sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menyebarluaskan manfaat aplikasi tersebut ke masyarakat luas.
SP4N-LAPOR! merupakan sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional yang terintegrasi. Sementara Saleum adalah akronim dari Sarana Aduan Layanan Elektronik Untuk Masyarakat, yang merupakan platform lokal khusus untuk warga Banda Aceh.
Jalaluddin menegaskan bahwa kedua aplikasi ini adalah jembatan antara warga dan pemerintah. "Jadi mohon ini dimanfaatkan adik-adik sekalian fasilitas ini," ujarnya kepada mahasiswa yang hadir.
Dalam sambutannya, Sekda Jalaluddin menekankan bahwa keluhan yang masuk bukan sekadar aduan, melainkan data strategis bagi pemkot. "Bagi kami setiap laporan masyarakat adalah informasi yang sangat berharga. Dari laporan tersebut, pemerintah dapat mengetahui persoalan yang terjadi, mengevaluasi kinerja pelayanan, sekaligus merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran," kata Jalal.
Pemko Banda Aceh berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab. Di era digital ini, aplikasi tersebut menjadi salah satu cara pemerintah mendekatkan pelayanan kepada warganya.
Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Prof. Muji Mulia, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, sosialisasi ini merupakan bagian penting dari sinergi nyata antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam era digitalisasi.
Prof. Muji mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori di kelas, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan. "Melalui aplikasi LAPOR! dan Saleum ini mahasiswa diharapkan dapat menyampaikan laporan, aspirasi, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan agar tercipta good governance yang lebih transparan dan akuntabel," katanya.
Ia pun mengajak peserta untuk mengikuti sosialisasi dengan serius dan memanfaatkan aplikasi secara optimal, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka. [*]