PIDIE — Enam bulan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie memastikan fokus pemulihan diarahkan pada tiga sektor utama: pertanian, infrastruktur, dan hunian tetap bagi warga terdampak. Langkah ini disampaikan Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).
2.869 Hektare Sawah Butuh Rehabilitasi Segera
Dari total 26.504 hektare lahan pertanian di Kabupaten Pidie, sekitar 2.869 hektare atau 9,11 persen terdampak bencana. Bupati Sarjani menegaskan lahan tersebut harus segera dipulihkan agar kembali produktif.
“Lahan pertanian yang rusak harus segera dipulihkan karena menyangkut sumber penghidupan masyarakat dan ketahanan pangan daerah,” ujar Sarjani Abdullah kepada Portalnusa.com, Rabu (10/6/2026).
Pemulihan sektor pertanian menjadi prioritas karena mayoritas warga Pidie menggantungkan hidupnya pada hasil bumi. Kerusakan lahan selama enam bulan terakhir dikhawatirkan memperpanjang masa paceklik dan menekan produksi pangan lokal.
148 KK Menunggu Hunian Tetap, Baru 151 Keluarga Terima Bantuan Hidup
Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus Lancok, menyebutkan pemerintah juga memprioritaskan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Saat ini tercatat 148 kepala keluarga (KK) membutuhkan huntap, yang diperkirakan memerlukan lahan seluas 0,8 hektare.
Di sisi lain, penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) masih jauh dari target. Berdasarkan data Satgas per 8 Juni 2026, jumlah penerima manfaat mencapai 35.714 keluarga. Namun, realisasi penyaluran tahap pertama baru menjangkau 151 keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemkab Pidie berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dapat mempercepat proses pemulihan. Bupati Sarjani menekankan keberhasilan pemulihan membutuhkan sinergi lintas tingkat pemerintahan agar program tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemulihan Infrastruktur dan Akses Publik Jadi Prioritas Bersama
Selain pertanian dan hunian, perbaikan infrastruktur serta akses publik yang terdampak banjir bandang juga menjadi perhatian serius. Bupati Sarjani menyatakan pemulihan di sektor ini penting untuk mengembalikan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Pidie berkomitmen mempercepat pemulihan pascabencana melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi yang difokuskan pada infrastruktur serta akses publik yang terdampak,” kata Sarjani.
Pemkab Pidie menargetkan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal dengan koordinasi erat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Masyarakat diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dalam waktu dekat.