ACEH — Pertandingan matchday kedua Grup E yang dijadwalkan berlangsung di BMO Field, Toronto, Minggu (21/6/2026) pukul 03.00 WIB, dipastikan tak akan dimeriahkan oleh aksi penyerang yang sebelumnya menjadi starter saat mengalahkan Ekuador 1-0. FIF hanya menyatakan bahwa Wahi harus tetap berada di Amerika Serikat hingga tim kembali, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab izinnya belum terbit.
Pengumuman mengejutkan ini muncul sehari setelah media Prancis mengaitkan nama Wahi dengan penyelidikan dugaan korupsi olahraga. Otoritas setempat menemukan pola taruhan mencurigakan terkait kartu kuning yang diterima Wahi saat membela Nice di Ligue 1 bulan lalu. Meski demikian, hingga saat ini Wahi belum ditetapkan sebagai tersangka.
Juru bicara kantor kejaksaan Marseille mengonfirmasi bahwa seorang pemain Ligue 1 berusia 23 tahun sempat ditahan pada 29 Mei lalu. Penahanan itu terkait penyelidikan dugaan penipuan terorganisasi, korupsi olahraga terorganisasi, dan pencucian uang. Namun, identitas resmi tersangka belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
Absennya Wahi secara drastis mengurangi pilihan di lini depan Pantai Gading. Pelatih Jean-Louis Gasset kini harus memutar otak mencari pengganti yang mampu merepotkan pertahanan Jerman, yang notabene salah satu favorit juara grup. Kontribusi Wahi di laga pembuka melawan Ekuador dinilai cukup vital, membuat kehilangannya menjadi kerugian besar.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak pemain terkait perkembangan investigasi atau kegagalannya masuk Kanada. Situasi ini memaksa Pantai Gading untuk tampil dengan komposisi berbeda pada laga yang bisa menjadi penentu langkah mereka di turnamen. Hasil melawan Jerman akan sangat krusial dalam persaingan ketat Grup E Piala Dunia 2026.