Sistem ADAS Xiaomi SU7 Gagal Deteksi Gundukan Tanah, Mobil Ringsek Usai Tabrak Rintangan di Jalan Tol China

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 15:53:01 WIB

ACEH — Sebuah video yang viral di media sosial China memperlihatkan Xiaomi SU7 menabrak gundukan tanah di Jalan Raya 331. Menurut laporan Carnewschina yang mengutip media lokal Sina, peristiwa itu terjadi saat sistem LCC dalam kondisi aktif. Setelah melewati tikungan, gundukan tanah berukuran besar tiba-tiba menghadang laju kendaraan. Sistem AEB yang seharusnya mengerem secara otomatis tidak bereaksi.

Kronologi dan Kondisi Jalan yang Belum Resmi Beroperasi

Pengemudi mengaku baru menyadari rintangan tersebut ketika sudah terlambat untuk mengerem secara manual. Akibatnya, mobil melaju menabrak gundukan dan sempat terangkat. Benturan keras menyebabkan bumper depan, spatbor, dan pelindung bawah bodi terlepas. Kantung udara atau airbag depan mengembang untuk melindungi pengemudi.

Polisi lalu lintas yang menangani kecelakaan kemudian mengungkap fakta penting: ruas jalan tersebut belum resmi dibuka untuk umum. Namun, pengemudi bersikeras bahwa ia hanya mengikuti petunjuk navigasi dan tidak melihat satu pun rambu peringatan di lokasi kejadian.

Kemampuan Sensor Dipertanyakan di Tengah Klaim Kecanggihan ADAS

Insiden ini langsung menjadi sorotan karena Xiaomi SU7 dibekali perangkat keras ADAS yang tergolong lengkap. Mobil ini mengandalkan 11 kamera, 12 sensor ultrasonik, satu radar gelombang milimeter, serta chip Nvidia dengan daya komputasi puncak 84 TOPS. Dengan konfigurasi itu, publik mempertanyakan mengapa gundukan tanah berukuran besar tidak terdeteksi sama sekali oleh sistem.

Kegagalan fungsi pengereman darurat otomatis menjadi poin kritis. Dalam kondisi ideal, AEB dirancang untuk mendeteksi objek statis di jalur kendaraan dan menghentikan mobil secara mandiri. Namun dalam kasus ini, sistem justru membiarkan kendaraan melaju tanpa pengurangan kecepatan berarti.

Keselamatan Pasif Berfungsi, Baterai Aman

Meski bagian depan ringsek, sistem keselamatan pasif mobil bekerja sesuai harapan. Bodi depan menyerap energi benturan, sementara airbag melindungi pengemudi. Pihak Xiaomi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, kejadian ini menambah catatan penting dalam industri kendaraan listrik global, khususnya soal batas keandalan sistem ADAS di kondisi jalan yang tidak sempurna.

Pengemudi tidak mengalami luka dan baterai kendaraan tidak menunjukkan tanda-tanda kebakaran atau korsleting. Hal ini menjadi satu-satunya kabar baik dari kecelakaan yang nyaris berakibat fatal tersebut.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top