TAKENGON — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) secara resmi memproyeksikan Kabupaten Aceh Tengah sebagai salah satu kabupaten percontohan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Aceh. Proyeksi ini diumumkan bersamaan dengan pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif subsektor fotografi produk kreatif di Takengon.
"Kami sangat mendukung visi pembangunan Kabupaten Aceh Tengah serta menjadikan daerah ini sebagai salah satu kabupaten percontohan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Aceh," kata Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Firmansyah.
Menurut Rian, masyarakat Aceh Tengah telah memiliki modal budaya dan kreativitas yang kuat. Fokus pemerintah saat ini, lanjutnya, adalah menghadirkan nilai tambah ekonomi dari kreativitas tersebut melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran digital.
Ia menekankan bahwa produk-produk kreatif asal Aceh Tengah harus mampu divisualisasikan dengan baik melalui fotografi dan dipasarkan secara efektif di platform digital. "Pelatihan fotografi produk kreatif merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk lokal melalui penguatan kemampuan visualisasi dan pemasaran," ujarnya.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenkraf, R. Adi Mukhtar Rivai, menambahkan bahwa pelatihan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis bagi para pelaku ekraf. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi dan memperkuat jejaring antarpelaku ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Adi Mukhtar Rivai mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya manusia. "Aceh Tengah adalah rumah bagi ekonomi kreatif," ujar Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, dalam kesempatan yang sama.
Muchsin Hasan menambahkan bahwa Aceh Tengah memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif yang berakar pada budaya, kreativitas, dan inovasi masyarakat. Menurutnya, kreativitas yang tumbuh dari kekayaan budaya dan kearifan lokal merupakan modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Program percontohan ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor ekraf di Aceh Tengah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Takengon dan sekitarnya diharapkan mampu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produk mereka di pasar yang lebih luas.