Bupati Aceh Utara Tinjau Asrama IPAU di Banda Aceh, Janji Perbaiki Atap Bocor hingga Tambah Kapasitas Kamar

Penulis: Jonatan Nasution  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37:01 WIB
Bupati Aceh Utara meninjau kondisi atap bocor Asrama Putri IPAU di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atau akrab disapa Ayahwa, turun langsung meninjau Asrama Putri IPAU di Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Ia datang untuk melihat kondisi hunian mahasiswa asal daerahnya yang menempuh pendidikan di ibu kota provinsi.

Kondisi Bangunan: Atap Mulai Terlepas, MCK Butuh Rehabilitasi

Ketua Umum IPAU, Rifki Ismail, S.Ag., M.Pd., mendampingi Bupati dan melaporkan sejumlah kerusakan. Beberapa bagian atap mengalami kerusakan ringan akibat lapisan beton yang mulai terlepas. Fasilitas jendela dan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) juga memerlukan rehabilitasi.

Rifki menyebut kondisi ini sudah berlangsung beberapa waktu dan mulai mengganggu kenyamanan mahasiswi yang tinggal di sana. “Kami sampaikan langsung ke Pak Bupati agar ada perhatian untuk perbaikan mendesak,” ujarnya.

Delapan Kamar untuk 26 Mahasiswi, Kapasitas Dinilai Belum Cukup

Asrama Putri IPAU saat ini hanya memiliki delapan kamar yang dihuni 26 mahasiswi. Jumlah itu dinilai belum sebanding dengan kebutuhan mahasiswa Aceh Utara yang tersebar di 27 kecamatan. Bupati membuka peluang pengembangan bangunan dengan penambahan kamar di masa mendatang.

Selain asrama putri, IPAU juga mengelola Asrama Putra di Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam. Rifki mengungkapkan kondisi asrama putra juga memerlukan dukungan peningkatan sarana dan prasarana agar lebih nyaman dan produktif.

Bupati: Mahasiswa Adalah Aset Daerah yang Harus Didukung

Menanggapi temuan di lapangan, Ayahwa menyatakan pemerintah daerah akan memberi perhatian pada kebutuhan rehabilitasi yang bersifat mendesak. “Kita melihat langsung kondisi yang ada. Beberapa bagian memang perlu segera dilakukan perbaikan agar mahasiswa dapat tinggal dan belajar dengan aman serta nyaman,” kata Ayahwa.

Ia menambahkan, pihaknya akan mempelajari peluang dukungan lanjutan sesuai kebutuhan. “Generasi muda yang sedang belajar hari ini adalah calon penggerak pembangunan Aceh Utara di masa depan. Karena itu, pemerintah perlu hadir untuk mendukung proses mereka,” tegas Bupati.

Asrama Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Tapi Ruang Pembinaan

Rifki menekankan bahwa keberadaan asrama selama ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Asrama juga menjadi ruang pembentukan karakter dan pembinaan mahasiswa melalui penerapan aturan, budaya disiplin, serta lingkungan yang mendukung aktivitas akademik dan pengembangan diri.

Pemkab Aceh Utara berjanji akan mengkaji skema bantuan, baik untuk perbaikan darurat maupun pengembangan jangka panjang. Langkah ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan hunian layak bagi mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Banda Aceh.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: jaringanberitaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top