Review Valve Steam Machine: PC Gaming di Ruang Tamu, Tapi Bukan Mesin 4K

Penulis: Jonatan Nasution  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 00:37:01 WIB
Valve Steam Machine hadir dengan desain mungil dan performa gaming optimal di resolusi 1080p.

ACEH — Valve Steam Machine hadir sebagai jembatan antara PC gaming dan kenyamanan sofa. Perangkat ini bukan sekadar PC mini biasa, melainkan ekosistem terintegrasi penuh dengan SteamOS 3 — sistem operasi yang sama dengan Steam Deck. Tapi dengan harga selangit dan komponen GPU generasi sebelumnya, siapakah target pengguna yang paling cocok?

Desain Mungil dan Hening, Siap Bersembunyi di Bawah TV

Dengan dimensi 15,2 x 15,6 x 16,2 cm, Steam Machine sangat mungil dan mudah disembunyikan di bawah TV. Bodi hitamnya polos, kecuali strip LED RGB 17 titik yang bisa dikustomisasi atau dimatikan total untuk tampilan minimalis.

Valve memberikan dua faceplate tambahan pada varian 2TB: satu berbahan kain merah berbulu, satu lagi bermotif kayu gelap. Faceplate menempel dengan magnet dan bisa diganti kapan saja. Valve bahkan berjanji merilis file CAD untuk dicetak 3D sendiri.

Keunggulan utamanya: suara kipas 120mm nyaris tak terdengar. Saat menjalankan benchmark, kami harus mendekatkan telinga ke lubang ventilasi untuk mendengar dengungannya. Port yang tersedia juga lengkap: dua USB-A 3.2 Gen 2 di depan, plus dua USB-A 2.0, satu USB-C 3.2 Gen 2, DisplayPort 1.4, dan HDMI 2.0 di belakang. Meski tak berlabel HDMI 2.1, port ini tetap mendukung output 4K pada 120Hz dan fitur HDMI-CEC untuk menyalakan TV.

Performa: Bukan Mesin 4K, Tapi Unggul dari Steam Deck

Steam Machine menggunakan prosesor semi-custom AMD Zen 4 enam inti/12 utas dengan TDP 30W, dipadukan GPU RDNA 3 dengan 28 Compute Unit dan 8GB GDDR6 VRAM. Angka 8GB ini menjadi titik lemah: dianggap kurang untuk gaming 1080p di masa depan, apalagi 4K.

Dalam pengujian, performa GPU Steam Machine berada di antara Radeon RX 6600 dan RX 7600 versi desktop. Pada Cyberpunk 2077 (1080p), mesin ini menghasilkan 79,98 fps, sedikit di bawah 85,48 fps dari RX 7600. Untuk game lawas seperti SoulCalibur 6, 4K 60fps bisa dicapai dengan mudah. Namun pada game berat seperti Resident Evil 4 Remake di 1440p, frame rate sempat terjatuh drastis hingga 20 fps saat transisi lingkungan.

Valve menetapkan 1080p sebagai resolusi default untuk memastikan pengalaman bermain mulus. Untuk mencapai 4K 60fps, FSR (FidelityFX Super Resolution) wajib diaktifkan. Contohnya, Red Dead Redemption 2 di 4K hanya berjalan 20 fps tanpa upscaling, namun bisa mencapai 60 fps dengan FSR 2.0 mode Performance.

Kemudahan Upgrade dan Ekosistem Valve

Salah satu nilai jual terbesar Steam Machine adalah kemudahan upgrade SSD. Cukup buka dua baut Torx T9 di belakang, lalu gunakan alat pry untuk membuka penutup. Slot M.2 NVMe terletak di bawah power supply dan mudah dijangkau. Sayangnya, untuk mengganti RAM (DDR5 SO-DIMM), Anda harus membongkar heatsink besar yang rumit dan berisiko.

SteamOS 3 tetap menjadi primadona. Antarmuka Big Picture Mode yang sudah familiar, ditambah dukungan game terverifikasi untuk Steam Deck, membuat pengalaman bermain langsung nyaman. Fitur sleep and wake bekerja sempurna, sama seperti di handheld Valve.

Yang menarik: Steam Machine menjadi bagian dari ekosistem Valve yang utuh. Anda bisa memindahkan kartu microSD dari Steam Deck ke Steam Machine dan langsung memainkan game di dalamnya. Steam Cloud juga memungkinkan save game tersinkronisasi otomatis antar perangkat.

Harga dan Posisi Pasar

Steam Machine tersedia dalam empat konfigurasi:

  • 512GB: USD 1.049 (sekitar Rp 17,3 juta)
  • 512GB + Steam Controller: USD 1.128 (sekitar Rp 18,6 juta)
  • 2TB + faceplate: USD 1.349 (sekitar Rp 22,2 juta)
  • 2TB + faceplate + Steam Controller: USD 1.428 (sekitar Rp 23,5 juta)

Harga ini sangat mahal jika dibandingkan PlayStation 5 Pro (USD 899) yang sudah memiliki GPU lebih bertenaga. Bahkan, Anda bisa membeli PS5 Digital Edition dan Nintendo Switch 2 dengan total harga lebih murah dari Steam Machine termahal.

Di Indonesia, Steam Machine belum tersedia secara resmi. Valve menjualnya melalui mitra Komodo di Asia, tetapi baru mencakup Jepang, Taiwan, dan Hong Kong. Pasar Tanah Air masih harus mengandalkan importir atau jastip.

Kesimpulan: Cocok untuk Penggemar Berat Steam, Bukan Gamer Awam

Steam Machine adalah perangkat yang sangat niche. Ia sempurna bagi Anda yang sudah memiliki koleksi game Steam besar dan menginginkan pengalaman bermain di ruang tamu tanpa ribet, dengan performa lebih baik dari Steam Deck. Desainnya yang mungil, senyap, dan mudah di-upgrade menjadi nilai tambah signifikan.

Namun bagi gamer yang ingin performa maksimal dengan harga terjangkau, konsol tradisional atau PC rakitan dengan harga sama masih menawarkan kekuatan lebih besar. Steam Machine bukanlah konsol 4K, melainkan mesin 1080p/1440p yang andal dengan harga premium. Jika Anda tidak terikat dengan ekosistem Steam, ada opsi yang lebih cerdas di pasaran.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top