BANDA ACEH — Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala atau keterlambatan pasokan dari sisi suplai utama. “Stok BBM di terminal BBM berada dalam kondisi mencukupi,” katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin.
Pertamina mengidentifikasi salah satu penyebab utama keterlambatan pengiriman adalah pekerjaan infrastruktur di kawasan Jembatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Sistem buka tutup arus lalu lintas di lokasi proyek membuat waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU menjadi lebih panjang dari kondisi normal.
“Kondisi tersebut tentu dapat menyebabkan keterlambatan kedatangan pasokan di beberapa SPBU. Keterlambatan itu bukan disebabkan oleh keterbatasan stok BBM di terminal karena stok sangat cukup,” tegas Fahrougi.
Untuk mengatasi gangguan distribusi di lapangan, Pertamina mengoptimalkan penyaluran dari terminal BBM dan memberikan fleksibilitas kepada pengelola SPBU. Mekanisme antisipasi ini memungkinkan BBM segera dikirim begitu ada peningkatan kebutuhan di suatu titik.
“Kami terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU guna memastikan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Fahrougi.
Pertamina juga melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Dinas Perhubungan, dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dalam pemantauan distribusi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai kendala operasional, termasuk potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Sinergi tersebut dilakukan melalui pemantauan kondisi di lapangan, pengaturan distribusi sesuai kebutuhan, serta koordinasi dalam mengantisipasi berbagai kendala operasional agar penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman, lancar, dan tepat sasaran,” kata Fahrougi.