ACEH — Laporan dari media otomotif Carscoops mencatat bahwa pada Mei, kendaraan listrik bahkan berhasil mengungguli mobil bensin murni di kawasan tersebut. Pangsa pasar BEV mencapai 23,3%, sementara mobil bensin berada di angka 21,7%.
"Battery-electric vehicles overtook pure gasoline cars to become Europe's third most popular powertrain in May, trailing only conventional hybrids," tulis Carscoops dalam laporannya.
Pertumbuhan permintaan kendaraan listrik terjadi di hampir semua pasar utama Eropa. Italia mencatat kenaikan penjualan BEV paling signifikan, yakni 75,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Prancis menyusul dengan pertumbuhan 55,4%, sementara Jerman, sebagai pasar otomotif terbesar Eropa, mencatat kenaikan 40,9%. Angka-angka ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen yang semakin nyata.
Di sisi lain, kendaraan bermesin konvensional justru mengalami penurunan registrasi. Data menunjukkan registrasi mobil bensin di Uni Eropa turun 18,2% hingga akhir Mei, sementara kendaraan diesel ambles 16,6%.
Penurunan terbesar terjadi di Prancis, disusul Spanyol dan Jerman. Tren ini memperkuat indikasi bahwa era kejayaan mesin pembakaran internal mulai memudar di Benua Biru.
Selain merek Eropa, pabrikan asal Tiongkok seperti BYD, Geely, SAIC, Chery, Leapmotor, dan Xpeng turut menjadi motor pertumbuhan. Kehadiran mereka membuat persaingan semakin ketat sekaligus menawarkan lebih banyak pilihan kendaraan listrik dengan harga kompetitif.
Peningkatan ini didukung oleh semakin banyaknya model yang tersedia, perluasan jaringan pengisian daya, serta kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Melihat tren saat ini, peralihan konsumen menuju mobilitas berbasis listrik diperkirakan akan terus berlanjut seiring perkembangan teknologi baterai dan target pengurangan emisi karbon di Eropa.