ACEH — Bertanding di California, Su Li-yang yang saat ini menempati peringkat 46 dunia mengalahkan Kidambi (peringkat 38) melalui pertarungan tiga gim: 21-15, 16-21, 21-9. Kemenangan ini terasa spesial bukan hanya karena diraih di turnamen level World Tour, tetapi juga karena menjadi gelar senior pertama bagi pemain yang sempat disebut pelatihnya memiliki masalah kepercayaan diri.
Pelatih Su, Lee Sung-yuan, mengungkapkan bahwa masalah utama anak asuhnya selama ini adalah kebiasaan bermain terburu-buru. "Ia selalu ingin mengalahkan lawan dengan cepat dan membuktikan dirinya. Akibatnya, ia terjebak dalam siklus negatif dan kehilangan kepercayaan diri," jelas Lee kepada CNA.
Untuk laga final ini, Lee meminta Su mengontrol tempo dan bersabar. Instruksi itu terbukti manjur. Setelah kehilangan gim kedua, Su bangkit dominan di gim penentu dengan skor telak 21-9.
Sebelum pecah telur di US Open, Su tercatat pernah menyabet dua medali emas di level junior BWF pada 2018 dan 2019. Di level senior, ia sempat menjadi runner-up Taipei Open 2023 dan empat kali menjadi finalis di turnamen BWF International Challenge/Series. Namun sejak itu, ia gagal meraih gelar hingga akhirnya kini berhasil.
Sukses Taiwan di US Open 2026 tidak berhenti di tunggal putra. Pasangan ganda campuran Hsu Yin-hui dan Liu Kuang-heng juga memastikan gelar juara setelah mengalahkan rekan senegaranya, Wu Hsuan-yi dan Yang Chu-Yun, dengan skor 21-9, 21-11.
Meski baru berpasangan dan berada di peringkat 121 dunia, Hsu/Liu tampil dominan. Mereka unggul jauh 11-2 di awal gim pertama dan tak pernah memberi kesempatan lawan untuk bangkit. Wu/Yang sendiri adalah pasangan peringkat 49 dunia yang baru saja menjuarai Portugal International pada Maret lalu.
Liu mengakui hampir seluruh pertandingan berjalan sesuai ritme mereka. "Kami sangat jelas dengan tugas kami hari ini. Servis dan pengembalian berjalan baik, dan kami bisa cepat berkomunikasi serta menyesuaikan permainan saat melakukan kesalahan," tambah Hsu.
Dengan dua gelar ini, Taiwan menutup US Open 2026 sebagai kontestan paling produktif di nomor tunggal putra dan ganda campuran.