Perajin Tahu di Banda Aceh Pasok Enam Ember per Pekan ke Dapur MBG, Harga Kedelai Meroket ke Rp11.600 per Kilogram

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 29 Juni 2026 | 21:21:01 WIB
Perajin tahu di Banda Aceh memasok lebih dari 1.700 potong tahu setiap pekan ke dapur MBG.
total 1.728 potong tahu dikirim ke dapur MBG di Banda Aceh, Aceh Besar, hingga Aceh Jaya. Namun, kenaikan harga kedelai dari Rp9.500 menjadi Rp11.600 per kilogram membuat margin perajin semakin tipis. ISI:

Mulizar, perajin tahu di Banda Aceh, mengaku mengirimkan pasokan setiap pekan ke sejumlah dapur MBG. "Ada yang dipasok langsung ke dapur MBG, ada juga melalui pabrik tahu lain yang produksinya kurang," ujarnya, Senin.

Dapur tujuan tersebar di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Lamno di Kabupaten Aceh Jaya. Satu ember berisi 288 potong tahu, sehingga total pasokan pekanan mencapai lebih dari 1.700 potong. Pengelola dapur langsung mengambil tahu dari pabrik tempat pembuatan.

Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu Dikecilkan

Kenaikan harga kedelai menjadi kendala utama. Dari Rp9.500 per kilogram, kini perajin harus membayar Rp11.600. Menurut Mulizar, lonjakan ini dipengaruhi nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Untuk bertahan, perajin mengurangi ukuran tahu tanpa menaikkan harga jual. "Kalau kami menaikkan harga, perajin lain belum tentu melakukan hal serupa. Akibatnya, tahu kami tidak laku lagi," katanya. Harga per papan tetap Rp50 ribu untuk 20 hingga 30 potong.

Subsidi Kedelai Ditunggu, Nasib Usaha Tahu Bergantung

Mulizar mengaku sudah mendengar rencana subsidi kedelai dari pemerintah, tetapi belum tahu kapan mulai direalisasikan. "Kami mengharapkan subsidi kedelai segera terealisasi. Subsidi ini membantu perajin tahu tempe mendapatkan bahan baku lebih murah, sehingga berdampak pada keberlangsungan usaha," ujarnya.

Program MBG dinilai membantu perajin bertahan di tengah tekanan biaya produksi. Pasokan rutin ke dapur-dapur MBG menjaga omzet tetap stabil, meskipun margin keuntungan semakin tipis akibat kenaikan harga kedelai.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top