Warga Desa Cot Mesjid Banda Aceh Diajarkan Cegah Obesitas Pakai Aplikasi Gizi NutrAnt Buatan Poltekkes

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 16:54:01 WIB
Warga Desa Cot Mesjid Banda Aceh mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi NutrAnt untuk memantau status gizi.

BANDA ACEH — Tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Aceh memperkenalkan aplikasi NutrAnt kepada warga Desa Cot Mesjid sebagai alat bantu konseling gizi. Aplikasi ini dirancang untuk mengukur dan memantau status gizi secara mandiri, mulai dari menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) hingga menganalisis kebutuhan energi harian.

Kegiatan yang dipimpin Dr. Agus Hendra Al Rahmad, SKM, MPH ini mengusung tema “Pemanfaatan Aplikasi NutrAnt dalam Konseling Gizi untuk Mencegah dan Mengendalikan Obesitas >18 Tahun di Kecamatan Lueng Bata, Aceh”. Selain penyuluhan, peserta juga mengikuti pengukuran antropometri dan simulasi langsung penggunaan aplikasi tersebut.

Aplikasi Gratis untuk Pantau Berat Badan Ideal

NutrAnt, singkatan dari Nutrient and Anthropometric, bisa diunduh gratis melalui tautan bit.ly/3RmvPUZ. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memasukkan data berat dan tinggi badan, menyimpan riwayat hasil konseling, serta melihat rekomendasi asupan energi dan zat gizi agar tidak melebihi standar.

“Melalui aplikasi NutrAnt, peserta tidak hanya menerima penyuluhan, tetapi juga dapat menyusun dan menghitung asupan energi serta melihat langsung kebutuhan gizinya,” ujar Dr. Agus dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa pendekatan teknologi sederhana ini diharapkan membuat masyarakat lebih mudah memahami kondisi tubuhnya sendiri.

Obesitas Pintu Masuk Penyakit Kronis

Dalam materi yang disampaikan, tim pengabmas menekankan bahwa obesitas pada orang dewasa ditandai dengan IMT ?27 kg/m². Kondisi ini erat kaitannya dengan berbagai Penyakit Tidak Menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Oleh karena itu, edukasi dan pemantauan gizi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Konseling gizi berbasis aplikasi ini menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung pemantauan kesehatan masyarakat. Namun, keberhasilannya tetap membutuhkan komitmen peserta, dukungan keluarga, serta pendampingan dari tenaga kesehatan dan pihak desa,” kata Dr. Agus.

Kepala Desa: Jangan Berhenti di Penyuluhan Saja

Kepala Desa Cot Mesjid, Irfan Maulidin, menyambut baik program ini. Menurutnya, edukasi semacam ini sangat bermanfaat karena masyarakat bisa langsung mengetahui kondisi kesehatannya dan memahami langkah pencegahan secara sederhana.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Masyarakat perlu terus didampingi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur makanan, rutin bergerak, sampai memantau berat badan,” ujar Irfan.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh dalam pendampingan peserta. Materi juga disampaikan oleh Nunung Sri Mulyani, S.Gz, M.Biomed; Herry Imran, S.Pd, M.Pd; dan Dr. Rachmawati, STP, M.Kes.

Program pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari upaya Poltekkes Kemenkes Aceh mendukung pencegahan penyakit tidak menular melalui edukasi, konseling individual, serta pemanfaatan teknologi kesehatan digital berbasis komunitas.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: beritarakyataceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top