JANTHO — Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar bakal kebagian jatah sembako murah bergilir selama Juli 2026. Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyebut program ini jadi salah satu ikhtiar menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
"Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga," kata Muharram di Jantho, Selasa (30/6/2026).
Rangkaian GPM dibuka dari Kecamatan Lhoong pada Rabu (1/7) dan berakhir di Kecamatan Kuta Malaka pada Kamis (16/7). Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar bersama Perum Bulog dan Bank Indonesia menjadi pelaksana lapangan.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar Aliyadi menjelaskan, setiap titik lokasi telah disiapkan stok komoditas dalam jumlah memadai. Masyarakat bisa membeli beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, dan cabai dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Selain transaksi jual-beli, Dinas Pangan juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memberikan edukasi penggunaan QRIS dan perlindungan konsumen selama kegiatan berlangsung. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong transaksi non-tunai di kalangan pedagang dan pembeli.
Menurut Aliyadi, pemilihan 10 kecamatan didasarkan pada tingkat kebutuhan tinggi terhadap bahan pokok serta potensi kenaikan harga. "Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh mitra penyedia pangan agar pasokan tetap tersedia selama pelaksanaan kegiatan," ujarnya.
Pemkab Aceh Besar berharap GPM bisa memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan distribusi bahan pokok tidak memicu gejolak harga. Program ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi yang melibatkan pemerintah pusat, Bulog, dan pemangku kepentingan lainnya.