BANDA ACEH — Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polda Aceh tahun ini tidak sekadar seremoni. Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Presiden RI berisi lima arahan utama sekaligus apresiasi atas kerja nyata Polri di berbagai sektor strategis.
Upacara digelar di Lapangan Merah Mapolda Aceh dengan Komandan Upacara AKBP Dr. Akmal, S.E., M.M., yang juga menjabat Danden Gegana Satbrimob Polda Aceh. Ratusan personel mulai dari pejabat utama, perwira menengah, bintara, tamtama, hingga ASN mengikuti rangkaian upacara yang berlangsung khidmat sejak pagi.
Salah satu momen penting dalam upacara adalah penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden RI kepada dua personel jajaran Polda Aceh. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan pengabdian luar biasa di bidang kepolisian.
Rangkaian upacara diawali dengan masuknya pasukan dari daerah persiapan, pembacaan salawat Nabi, menyanyikan Mars Polri, hingga penghormatan dan pemeriksaan pasukan. Pataka Polda Aceh Machdum Sakti turut dihadirkan ke lapangan upacara sebelum mengheningkan cipta dan pembacaan Tribrata.
Dalam amanat yang dibacakan Wakapolda, Presiden menekankan bahwa Polri harus siap menghadapi rivalitas geopolitik, perang siber, kejahatan transnasional, hingga dinamika ekonomi dunia. Kemampuan prediktif, adaptif, dan responsif menjadi kunci transformasi institusi.
Presiden juga mengingatkan bahwa keberhasilan Polri diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran dan manfaat pelayanan. Tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” menjadi pengingat bahwa seluruh pengabdian harus bermuara pada perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo memberikan lima arahan strategis kepada seluruh jajaran Polri:
Presiden menegaskan bahwa disahkannya Undang-Undang Polri yang baru harus menjadi momentum reformasi kelembagaan menuju Polri yang profesional, modern, transparan, dan akuntabel.
Usai upacara, personel Polda Aceh menampilkan berbagai atraksi. Patroli Kamseltibcarlantas oleh Direktorat Lalu Lintas dan atraksi Jungle Warfare menjadi hiburan bagi para tamu undangan yang hadir.
Turut hadir dalam upacara perwakilan Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Ketua Pengadilan Tinggi Aceh, Kabinda Aceh, Danlanud Iskandar Muda, Danlanal Sabang, serta pengurus Bhayangkari Daerah Aceh dan sejumlah purnawirawan Polri.
“Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, dan Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju,” demikian kutipan amanat Presiden yang dibacakan Wakapolda Aceh di akhir upacara.