MEDAN — Tiga produk unggulan IKM Banda Aceh menjadi andalan dalam pameran Indonesia City Expo 2026 yang berlangsung di Hotel Santika Medan, 1–3 Juli 2026. Parfum sebagai ikon Kota Parfum, kain tenun tradisional, serta produk bordir yang dikembangkan menjadi tas, pakaian, dan outer, dipamerkan di stan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, Drs. Fahmi, M.Si., menjelaskan bahwa seluruh produk yang dibawa merupakan hasil pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku IKM. Produk-produk ini sebelumnya juga telah dipromosikan di berbagai pameran nasional, termasuk INACRAFT.
"Produk yang dipamerkan meliputi parfum sebagai ikon Banda Aceh sebagai Kota Parfum, kain tenun, hingga aneka produk bordir yang telah dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen seperti tas, pakaian, dan outer," ujar Fahmi dalam keterangannya, Selasa (2/7/2026).
Indonesia City Expo 2026 bukan sekadar pameran biasa. Ajang ini digelar bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), sehingga dihadiri oleh perwakilan pemerintah kota dari seluruh Tanah Air. Situasi ini membuka peluang jaringan bisnis yang lebih luas bagi pelaku IKM Banda Aceh.
Pemkot Banda Aceh menilai keikutsertaan dalam expo ini sebagai langkah strategis memperkuat daya saing produk lokal. Produk binaan Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh tersebut diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan internasional.
Melalui partisipasi di Indonesia City Expo 2026, Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah. Fahmi menambahkan, pameran ini menjadi wadah promosi yang efektif untuk menunjukkan identitas dan kreativitas masyarakat setempat.
"Seluruh produk ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan. Keikutsertaan dalam Indonesia City Expo diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku IKM," pungkasnya.