BANDA ACEH — Keberangkatan Keubitbit ke Niagara Jazz Festival 2026 di Kanada menjadi tonggak baru bagi musik etnis Aceh di panggung internasional. Grup yang digawangi Safrullah (Aloel) ini dijadwalkan terbang pada 3 Juli dan kembali ke Tanah Air pada 8 Juli 2026.
Menurut maestro musik etnis Aceh, Rafly Kande, undangan ini merupakan yang keenam kalinya bagi Keubitbit dalam tiga tahun terakhir. "Ini bukti pasar musik global benar-benar merespon konsistensi kualitas Keubitbit," ujarnya.
Penampilan di Kanada bukan sekadar hiburan. Keubitbit membawa tema besar "Akulah Malaka Itu" yang sarat pesan filsafat, geopolitik, dan kemanusiaan. Lirik lagu ini merefleksikan Selat Malaka sebagai jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia.
"Saya adalah Malaka, dengan tenang menopang kapal-kapal dunia... labuhkan cintamu tepat di denyut nadi khatulistiwa zamrud," demikian penggalan lirik yang ingin mengingatkan tentang spiritualitas, keterbukaan, dan ketangguhan budaya Aceh. Di tengah dunia yang kacau dan terpecah, musik Keubitbit diharapkan menjadi peta spiritual yang menenangkan.
Perjalanan ke Kanada nyaris gagal. Keubitbit menghadapi kendala logistik yang rumit dan anggaran tiket pesawat yang sangat ketat. Titik balik terjadi saat Aloel terhubung dengan Sayutinur, Ketua Diaspora Aceh Global Chapter Skandinavia.
Koneksi ini membuka jaringan internasional dan menyatukan seluruh Diaspora Aceh Global di bawah Mustafa Abubakar. Komunitas diaspora langsung bergerak untuk mendukung dan menjaga kebanggaan seni Aceh di panggung dunia. Dukungan juga datang dari Surya Darma, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA).
Situasi semakin membaik setelah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia turun tangan sebagai sponsor utama. Sejumlah perusahaan besar seperti PT Mifa, PT Bel, PT Jamkrindo, Bank Syariah Indonesia (BSI), Peruri, dan MDB juga memberikan dukungan finansial.
Keubitbit juga mendapat restu dari musisi senior Indonesia Kadri Mohamad dan Yovie Widianto. Bimbingan spiritual datang dari Rafly Kande, yang selama ini menjadi mentor bagi grup tersebut.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diaspora, dan korporasi, Keubitbit siap membawa getaran Nusantara ke panggung Niagara Jazz Festival 2026. Penampilan mereka di Kanada menjadi bukti bahwa musik etnis Aceh mampu bersaing dan diakui di kancah global.