SIMEULUE — Puluhan warga, mulai dari pelajar TK hingga mahasiswa, duduk bersama tokoh adat dan aparatur desa di Dayah Hamilul Qur’an Khalilullah. Mereka mengikuti pemaparan Hasanul Amri, S.Pd., M.Pd. Gr., penggiat budaya sekaligus perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, yang mengupas sejarah dan makna smong sebagai sistem peringatan dini tradisional.
Smong bukan sekadar cerita turun-temurun. Dalam sejarah gempa dan tsunami Samudra Hindia 2004, masyarakat Simeulue yang memahami smong disebut lebih selamat dibanding wilayah lain. Pengetahuan ini diwariskan lewat syair, nandong, dan kisah lisan yang mengajarkan tanda-tanda alam—air laut surut tiba-tiba setelah gempa besar—dan langkah evakuasi ke bukit.
“Smong bukan sekadar istilah, namun merupakan kearifan lokal yang sangat bernilai. Kita perlu melestarikannya untuk anak cucu agar mereka senantiasa siap menghadapi dan terhindar dari dampak buruk bencana,” ujar Camat Simeulue Cut, Feri Puput Hidayat, SH, dalam sambutannya.
Di akhir acara, Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh menyerahkan bantuan buku-buku edukatif secara simbolis kepada pengurus Yayasan Dayah Hamilul Qur’an Khalilullah. Bahan bacaan ini diharapkan menjadi pengingat dan media belajar bagi santri serta siswa di Simcut.
Camat Feri menekankan pentingnya ingatan kolektif terhadap sejarah kebencanaan. Menurutnya, seminar ini menjadi pengingat bahwa mitigasi tidak melulu soal teknologi modern, tetapi juga nilai-nilai tradisi yang sudah teruji.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa, Kepala Mukim, tokoh budaya, serta pengurus Dayah Hamilul Qur’an Khalilullah. Mulai dari siswa TK hingga SMA dilibatkan agar pemahaman smong tertanam sejak dini.
“Transfer pengetahuan lokal kepada generasi muda sangat penting untuk meminimalisir risiko bencana di masa depan,” kata Hasanul Amri saat memaparkan materi.
Dengan pembagian literatur dan sosialisasi rutin semacam ini, masyarakat Simeulue Cut diharapkan semakin tangguh dan siap siaga menghadapi ancaman tsunami—bukan dengan rasa takut, melainkan dengan pengetahuan yang diwariskan leluhur.