Dua Asesor LAMDIK Bedah Dokumen dan Tata Kelola Program Studi di STIT HAFAS Subulussalam, Aceh

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:22:01 WIB
Dua asesor LAMDIK melakukan verifikasi dokumen dan tata kelola program studi di STIT HAFAS Subulussalam.

SUBULUSSALAM — Dua asesor LAMDIK tiba di kampus STIT HAFAS untuk memverifikasi langsung dokumen dan tata kelola program studi. Mereka adalah Prof. Dr. Hj. Aan Komariah, M.Pd. dari UPI Bandung dan Dr. Apud, S.Ag., M.Pd. dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Fokus Verifikasi: Sembilan Kriteria Akreditasi

Selama proses asesmen, tim penilai tidak hanya memeriksa berkas fisik yang telah diajukan sebelumnya. Mereka juga melakukan konfirmasi data di lapangan dengan laporan tertulis untuk memastikan kesesuaian.

Penilaian komprehensif mencakup sembilan kriteria utama. Mulai dari tata pamong, tata kelola, kualitas dosen dan tenaga kependidikan, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sarana prasarana, penjaminan mutu, hingga capaian lulusan dan kerja sama kemitraan.

Wawancara Terpisah dengan Pimpinan hingga Alumni

Tim asesor menggali informasi mendalam melalui sesi wawancara yang dilakukan secara terpisah. Unsur pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan (user) dilibatkan untuk mendapatkan gambaran riil kualitas kampus.

Ketua STIT HAFAS Kota Subulussalam, Dr. Syafnial, S.E., M.M., menyambut langsung kedatangan tim penilai. Ia mengakui kondisi fisik kampus saat ini masih sederhana, namun menegaskan komitmen dan visi lembaga yang dipimpinnya untuk memajukan pendidikan.

"Selamat datang Ibu Profesor Aan dan Pak Doktor Apud di Kota Subulussalam. Inilah keadaan kampus kita, walaupun terlihat kecil dan sangat sederhana, namun kampus ini mempunyai visi dan misi yang sangat besar, seperti kebesaran nama Syekh Hamzah Fansuri As-Singkili," ujar Syafnial.

Catatan Sejarah Aceh Jadi Pemantik Motivasi

Prof. Aan Komariah memberikan motivasi kuat kepada seluruh civitas akademika STIT HAFAS. Ia memastikan proses penilaian akan dilakukan secara profesional demi mendorong Prodi MPI menjadi pusat pembelajaran manajemen pendidikan Islam yang unggul.

Dalam kesempatan itu, Prof. Aan juga mengulas catatan sejarah emas Aceh yang dikenal banyak melahirkan tokoh dan pahlawan nasional. Menurutnya, modal sejarah tersebut harus menjadi pemantik agar sumber daya manusia di Bumi Serambi Mekah tidak boleh tertinggal atau terbatas.

Momentum Perkuat Mutu Berkelanjutan

Ketua Prodi MPI STIT HAFAS, Sariadi, M.E.I., menilai visitasi ini sebagai momentum krusial untuk memperkuat komitmen mutu berkelanjutan. Ia berharap proses evaluasi dapat berjalan lancar dan tim penilai memberikan ruang serta catatan konstruktif untuk perbaikan ke depan.

Rangkaian kegiatan yang dihadiri jajaran Yayasan Pendidikan As Silmi, dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan ini dijadwalkan rampung pada Minggu ini.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top