Wali Kota Banda Aceh Illiza Sebut Keluarga Jadi Kunci Hadapi Disrupsi Digital, Tiga Pilar Ketahanan Perlu Diperkuat

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Senin, 06 Juli 2026 | 15:40:31 WIB
Wali Kota Banda Aceh Illiza menekankan peran keluarga sebagai kunci menghadapi disrupsi digital.

BANDA ACEH — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Balai Kota Banda Aceh, Senin (6/7/2026), berubah menjadi momentum refleksi serius bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal, yang memimpin apel gabungan, mengingatkan bahwa gawai dan akses digital tanpa kendali telah menjadi ancaman nyata jika keluarga gagal menjadi filter utama.

Tiga Pilar Keluarga Tangguh di Era Digital

Illiza menyoroti tiga pilar utama yang harus diperkuat untuk membangun ketahanan keluarga. Pertama, aspek kesehatan yang difokuskan pada penanganan stunting dan pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kedua, pendidikan karakter di mana keluarga menjadi ruang utama pembentukan nilai integritas, kejujuran, dan kedisiplinan.

“Ketiga, ketahanan mental. Keluarga perlu menjadi pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan,” ujar Illiza di hadapan ribuan ASN. Ia menekankan bahwa anak-anak harus tumbuh resilien, mampu menghadapi tekanan tanpa kehilangan jati diri.

Bonus Demografi: Peluang atau Bencana?

Dalam sambutan yang dibacakan Illiza, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi. Jika tidak diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia, ledakan usia produktif justru bisa berubah menjadi bencana demografi.

“Ledakan pengangguran dan runtuhnya stabilitas sosial mengintai jika generasi muda tidak berkualitas,” tegas Illiza mengutip sambutan tertulis tersebut. Ia pun melontarkan pertanyaan reflektif kepada para ASN: “Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?”

Evaluasi Semester Kedua dan Revitalisasi Kota

Di luar konteks Harganas, Illiza juga mengingatkan bahwa Pemko Banda Aceh telah memasuki semester kedua 2026. Sejumlah program mulai menunjukkan hasil, namun percepatan kinerja masih dibutuhkan. Ia menyebut revitalisasi sejumlah kawasan strategis tengah berjalan, seperti Taman Bustanussalatin, Taman Putroe Phang, dan kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu.

Proyek-proyek itu diharapkan menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman dan ramah masyarakat. Illiza juga meluncurkan program Dakwah Umum Kolaborasi untuk memperkuat syiar Islam melalui kerja sama lintas pihak. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ulama, akademisi, media, dunia usaha, dan keluarga punya peran masing-masing,” ujarnya.

Seruan ke ASN: Jadi Teladan di Lingkungan Masing-Masing

Menutup apel, Illiza mendorong seluruh ASN untuk meningkatkan integritas, kedisiplinan, serta pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta mereka menjadi teladan di lingkungan masing-masing, terutama dalam menjaga nilai-nilai Islam sebagai identitas Banda Aceh. “Kota Kolaborasi ini butuh keterlibatan semua elemen,” pungkasnya.[]

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: pintoe.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top