BKSDA Aceh Evakuasi Orangutan Sumatera Terjebak di Perkebunan Sawit Aceh Selatan, Usia 45 Tahun

Penulis: Jonatan Nasution  •  Senin, 06 Juli 2026 | 16:03:31 WIB
Tim BKSDA Aceh mengevakuasi orangutan sumatera berusia 45 tahun dari perkebunan sawit di Aceh Selatan.

TAPAKTUAN — BKSDA Aceh mengevakuasi satu individu orangutan sumatera yang terjebak di kawasan hutan yang telah berubah menjadi perkebunan sawit di Aceh Selatan. Satwa bernama latin Pongo abelii itu ditemukan dalam kondisi sehat dan langsung direkomendasikan untuk dilepasliarkan ke lokasi yang lebih aman.

Kondisi Satwa Saat Dievakuasi

Orangutan berjenis kelamin jantan itu diperkirakan berusia 45 tahun dengan berat badan mencapai 70 kilogram. Berdasarkan pemeriksaan tim dokter hewan, satwa tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat saat ditemukan di areal perkebunan.

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan evakuasi dilakukan untuk mencegah satwa dilindungi itu terisolasi lebih lama di perkebunan sawit. "Penyelamatan ini untuk mencegah satwa dilindungi itu terisolasi di perkebunan tersebut," katanya, Senin (6/7/2026).

Proses Evakuasi Melibatkan Tim OIC

Evakuasi melibatkan tim respons dari Unit Orangutan Information Centre (OIC) yang bergerak setelah menerima informasi adanya orangutan terjebak di kawasan hutan yang dikelilingi tanaman sawit. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi di Desa Ujung Padang, Kecamatan Bakongan.

Setelah berhasil dievakuasi, tim dokter hewan merekomendasikan agar satwa tersebut dilepasliarkan ke kawasan hutan yang jauh dari perkebunan sawit. Langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan hidup orangutan di habitat alaminya.

Ancaman Konflik Satwa Manusia di Aceh

Kasus ini menjadi pengingat akan meningkatnya tekanan terhadap habitat orangutan sumatera di Aceh akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit. Satwa yang masuk dalam daftar dilindungi ini kerap kehilangan ruang jelajah dan sumber pakan alaminya.

BKSDA Aceh terus mengimbau masyarakat dan perusahaan perkebunan untuk melaporkan jika menemukan satwa dilindungi yang terisolasi. Langkah evakuasi cepat dinilai krusial untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar yang bisa berakibat fatal bagi kedua belah pihak.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: rahasiaumum.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top