BANDA ACEH — Kepulangan kloter terakhir jamaah haji Aceh beberapa waktu lalu disambut langsung Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Namun, satu nama masih tertinggal di catatan PPIH Embarkasi Aceh: Abdul Rahman, yang dirawat sejak 27 Mei 2026. Kabar duka itu baru diterima Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, pada Selasa (7/7).
Sepanjang musim haji tahun ini, total 21 jemaah asal Aceh meninggal dunia di Tanah Suci. Mereka dimakamkan di dua tempat berbeda: pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram untuk yang wafat di Makkah, serta pemakaman Baqi untuk yang wafat di Madinah.
Arijal menyebutkan, jemaah paling tua yang wafat adalah Aisyah Abdullah Nanggroe (92) dari Kloter 7 asal Aceh Timur. Ia meninggal dalam pesawat saat perjalanan menuju Tanah Air. Sementara termuda, M Natsir Muhammad Isa (60) dari Kloter 14 asal Pidie Jaya, wafat di RS Al Hada Armed Forces Hospital Makkah.
Dari data yang dirilis PPIH, sebagian besar jemaah wafat karena gangguan pernapasan. Rapasah Puteh (86) asal Nagan Raya, Mardani Asya Adam (61) asal Bener Meriah, dan Muhammad Thaib (75) asal Pidie Jaya tercatat meninggal di RS King Abdul Aziz Makkah dengan