BANDA ACEH — Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan RI Ferdian Krisnanto mengatakan api masih menyala di lokasi. Tim kembali melanjutkan pemadaman pada hari berikutnya.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Senin (6/7) dengan luas lahan terbakar mencapai 20 hektare. Keesokan harinya, luas area terdampak bertambah menjadi 23 hektare.
Ferdian menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan tipe kebakaran di permukaan dan bawah lahan. Vegetasi di lokasi terdiri dari anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, dan sawit.
Manggala Agni berhasil memadamkan setengah hektare lahan pada hari pertama pemadaman. Pada hari kedua, tim berhasil memadamkan 1,5 hektare tambahan sehingga total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai dua hektare.
“Pemadaman hingga hari kedua, Manggala Agni berhasil memadamkan kebakaran lahan di Seunebok Pusaka mencapai dua hektare. Pemadam hari pertama seluas setengah hektare dan hari ini, hari kedua mencapai 1,5 hektare,” kata Ferdian Krisnanto, Selasa (7/7/2026) dilansir Antara.
Ferdian mengatakan pihaknya mengerahkan satu regu tim Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit untuk memadamkan api. Satu regu lain disiagakan jika diperlukan personel tambahan di lapangan.
Akses menuju lokasi pemadaman memakan waktu sekitar satu jam 20 menit perjalanan dari posko di Kantor CRU Trumon. Kondisi cuaca saat pemadaman hari kedua berlangsung cerah dari pagi hingga sore dengan kecepatan angin mencapai delapan kilometer per jam.
Ferdian menegaskan bahwa api masih menyala di lokasi kebakaran. Tim Manggala Agni akan kembali melakukan pemadaman lanjutan pada hari berikutnya.
“Kondisi kebakaran saat ini api masih menyala. Tim kembali besok melakukan pemadaman lanjutan,” pungkas Ferdian.