ACEH TIMUR — Dua belas warga Desa Pante Merbo kini menggantungkan penghidupan dari CV. Bibit Usaha Bersama, perusahaan pembibitan kelapa sawit milik Muhammad Yusuf. Usaha yang berlokasi di Kecamatan Madat ini tak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pekerja, tetapi juga pemasok utama bibit bagi petani sawit di Aceh Timur dan sejumlah kabupaten tetangga.
Pria kelahiran 23 Mei 1986 ini menempuh jalan panjang sebelum sampai di titik tersebut. Ia memutuskan menjadi mualaf pada 2011, mengganti nama dari Saor Pandapotan Tamba menjadi Muhammad Yusuf. Setelah mengucapkan syahadat, ia memperdalam ilmu agama di Dayah Madinatuddiniyah Raudhatul Ulum di desa yang sama selama lima tahun.
Pada 2016, Muhammad Yusuf mulai merintis usaha pembibitan tanaman hortikultura. Dua tahun kemudian, ia melihat potensi besar kelapa sawit di Aceh Timur dan memutuskan untuk fokus pada sektor tersebut. Ia lalu mendirikan badan usaha CV. Bibit Usaha Bersama pada 2018.
“Iman dan ilmu agama yang saya dapatkan di dayah menjadi kompas. Saya jalankan usaha dengan jujur, tepat janji, dan mengutamakan kualitas. Hasilnya, masyarakat percaya dan rezeki pun mengalir,” ujar Muhammad Yusuf.
Muhammad Yusuf menikah dengan Evariana pada 2015, empat tahun setelah menjadi mualaf. Pasangan ini dikaruniai dua anak yang menjadi motivasi utama untuk terus mengembangkan usaha. Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan agama menjadi pedoman dalam menjalankan bisnis dan kehidupan sehari-hari.
Dalam menjalankan usahanya, ia mengedepankan kejujuran, komitmen terhadap pelanggan, serta menjaga kualitas bibit yang diproduksi. Prinsip ini, kata dia, yang membuat usahanya terus dipercaya petani.
Keberadaan CV. Bibit Usaha Bersama memberikan dampak langsung bagi perekonomian warga di Kecamatan Madat. Sebanyak 12 orang dipekerjakan sebagai tenaga kerja tetap, menjadikan usaha ini salah satu penopang ekonomi lokal di desa tersebut.
Selain menyerap tenaga kerja, perusahaan ini juga melayani kebutuhan bibit kelapa sawit bagi petani di Aceh Timur dan sejumlah daerah sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pembibitan yang dirintis dari bawah mampu bersaing di pasar regional.