BANDA ACEH — Ribuan peserta memadati Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Minggu (12/7/2026). Mereka bukan hanya menonton pertandingan Piala Dunia Argentina melawan Swiss, tetapi juga menjadi bagian dari sosialisi Sensus Ekonomi 2026.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti jajaran Pemerintah Aceh, Forkopimda, BPS Aceh, petugas sensus, hingga masyarakat umum. Suasana kian semarak saat Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir Syamaun bersama Kepala BPS Aceh secara simbolis memakaikan rompi petugas sensus, diiringi tabuhan rapa’i.
Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menegaskan, data ekonomi yang valid bukan sekadar angka. Ia menjadi dasar setiap keputusan pemerintah, mulai dari menentukan tingkat kemiskinan hingga menggali potensi ekonomi masyarakat.
“Kita membutuhkan data yang akurat dan benar. Setiap kebijakan harus didasarkan pada data. Kalau datanya tidak akurat, maka hasil keputusan dan kebijakan juga akan bermasalah,” ujarnya di hadapan peserta.
Nasir mengajak seluruh pelaku usaha dan warga Aceh untuk terbuka saat didatangi petugas BPS. “Dengan data yang akurat kita bisa mengetahui kondisi sebenarnya. Kalau datanya salah, kebijakannya juga akan salah,” tegasnya.
Kepala BPS Aceh melaporkan, progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di provinsi itu sudah mencapai hampir 50 persen. Masih tersisa sekitar 11 bulan untuk menyelesaikan seluruh tahapan pendataan.
“Alhamdulillah, dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak, capaian kita sudah hampir 50 persen. Kami berharap seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha, dapat memberikan data yang benar dan lengkap,” katanya.
Ia menambahkan, respons masyarakat Aceh terhadap kedatangan petugas sensus sangat positif. “Bahkan ada petugas yang disambut dengan baik. Ini menjadi modal penting agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sukses,” jelasnya.
BPS menjamin seluruh data yang dikumpulkan bersifat rahasia. Informasi yang diberikan warga tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan atau tujuan lain di luar statistik.
Nasir menambahkan, kegiatan senam dan nobar ini bukan sekadar hiburan. “Ini menjadi momentum mengajak masyarakat mencintai olahraga sekaligus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi,” pungkasnya. (*)