INDRAMAYU — Rombongan pengantar pengantin yang hendak pulang ke Kecamatan Lelea, Indramayu, harus kehilangan 13 nyawa dalam kecelakaan beruntun di Jalur Pantura. Peristiwa yang terjadi di Desa Kiarajaran Kulon, Kecamatan Lohbener itu juga membuat lima orang lainnya menderita luka-luka.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa kecelakaan dipicu saat mobil pikap yang membawa rombongan berusaha memutar arah. Sebuah truk Hino yang melaju dari arah belakang langsung menghantam sisi kendaraan tersebut.
"Tiga korban meninggal dunia di tempat kejadian, sepuluh orang lainnya meninggal dunia saat masa perawatan di rumah sakit," jelas AKP Undang Syarif Hidayat dalam keterangan persnya, Minggu.
Benturan tidak berhenti pada satu kali tabrakan. Setelah dihantam truk Hino, mobil pikap tersebut ikut terseret dalam tabrakan beruntun yang melibatkan dua unit truk lainnya. Hantaman keras itu langsung merenggut nyawa tiga orang di lokasi kejadian.
Sepuluh korban lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, kondisi mereka kritis dan akhirnya tidak tertolong saat menjalani perawatan intensif.
Dari lima orang yang selamat dengan luka-luka, pengemudi mobil pikap menjadi salah satu yang harus menjalani perawatan intensif. Korban luka lainnya mengalami luka ringan hingga berat dan masih dirawat di fasilitas kesehatan setempat.
Seluruh penumpang yang berada di dalam kendaraan diketahui merupakan warga dari Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kabupaten Indramayu. Rombongan tersebut baru saja menyelesaikan tugas mengantar pasangan pengantin ke Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Hingga saat ini, tim penyidik dari Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan mendalam. Berbagai aspek tengah diperiksa, mulai dari kelayakan kendaraan yang terlibat, kecepatan laju, urutan kejadian secara akurat, hingga kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pengemudi.
"Kami masih mendalami penyebab pasti kecelakaan ini," ujar AKP Undang Syarif Hidayat.