Aceh Masuk 5 Besar Indeks Wakaf Nasional 2026, Penguatan Tata Kelola Jadi Kunci

Penulis: Jonatan Nasution  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 13:07:31 WIB
Aceh masuk dalam lima besar provinsi dengan tata kelola wakaf terbaik nasional berdasarkan Indeks Wakaf Nasional (IWN) 2026.

BANDA ACEH — Prestasi ini diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang digelar secara daring pada 15–16 Juli 2026 dengan tema “Wakaf Berdampak dan Berkelanjutan.” Aceh berhasil masuk dalam jajaran lima besar provinsi dengan tata kelola wakaf terbaik secara nasional.

Indeks Wakaf Nasional (IWN) 2026 mengukur sejumlah aspek, termasuk kelembagaan, pembinaan nazhir, pengamanan aset wakaf, serta pengembangan wakaf produktif. Pencapaian ini menjadi indikator bahwa sistem perwakafan di Aceh mengalami penguatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sinergi Multi-Pihak Dorong Pengelolaan Wakaf

Sekretaris BWI Perwakilan Aceh yang juga Kepala Bidang Penaiszawa Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Zulfikar, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi itu menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan wakaf di Aceh.

“Capaian tersebut akan menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan nazhir, mempercepat sertifikasi aset wakaf, memperkokoh kelembagaan, dan mengembangkan wakaf produktif agar memberi manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Ketua BWI Perwakilan Aceh, Fauzi Saleh.

Langkah Strategis ke Depan: Sertifikasi Aset hingga Wakaf Produktif

Fauzi Saleh mengapresiasi seluruh pengurus BWI, Kementerian Agama, Badan Pertanahan Nasional, pemerintah daerah, para nazhir, akademisi, serta berbagai mitra yang telah bersinergi memperkuat ekosistem perwakafan di Aceh. Sinergi ini dinilai menjadi faktor utama di balik peningkatan peringkat IWN Aceh.

Ke depan, BWI Perwakilan Aceh berencana mempercepat sertifikasi aset wakaf dan memperkuat pembinaan terhadap nazhir. Pengembangan wakaf produktif juga menjadi prioritas agar aset wakaf tidak hanya diam, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Pencapaian ini menempatkan Aceh sejajar dengan provinsi-provinsi lain yang telah lebih dulu dikenal memiliki ekosistem wakaf yang matang. Dengan indeks yang terus membaik, Aceh berpotensi menjadi salah satu pusat pengelolaan wakaf produktif di Indonesia.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top