Pencarian

Komponen Cangkang Sawit Resmi Dihitung dalam Harga TBS Aceh, APKASINDO Sebut Tambahan Rp15,6 per Kg untuk Petani

Jumat, 17 Juli 2026 • 15:08:31 WIB
Komponen Cangkang Sawit Resmi Dihitung dalam Harga TBS Aceh, APKASINDO Sebut Tambahan Rp15,6 per Kg untuk Petani
Komponen cangkang sawit resmi dimasukkan ke dalam formula harga TBS Aceh, memberikan tambahan Rp15,6 per kilogram bagi petani.

BANDA ACEH — Organisasi petani sawit Aceh, APKASINDO, menyambut keputusan Tim Perumus Harga TBS Provinsi Aceh yang memasukkan komponen cangkang ke dalam formula harga. Ketua DPW APKASINDO Aceh, Ir. Netap Ginting, menyebut langkah ini sebagai kemenangan bagi petani setelah perjuangan lebih dari satu tahun.

Berapa Nilai Tambah yang Diterima Petani?

Berdasarkan data invoice penjualan cangkang dari sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS), rendemen cangkang mencapai sekitar 5 persen dari total TBS yang diolah. Dari jumlah tersebut, 3 persen dimanfaatkan sebagai bahan bakar operasional pabrik, sementara 2 persen dijual. Hasil perhitungan menunjukkan tambahan nilai sebesar Rp15,6 per kilogram TBS yang diterima petani.

Perbedaan Harga TBS Wilayah Timur dan Barat Aceh

Rapat tersebut juga menetapkan harga TBS untuk dua wilayah utama di Aceh. Untuk wilayah timur, indeks K ditetapkan sebesar 90,56 persen dengan harga CPO Rp15.330 per kilogram dan harga kernel Rp13.396,88 per kilogram. Harga TBS dengan rendemen 18 persen mencapai Rp3.241 per kilogram, sementara rendemen 21,87 persen tembus Rp3.718 per kilogram.

Sementara untuk wilayah barat Aceh, indeks K sebesar 88,33 persen. Harga TBS dengan rendemen 18 persen adalah Rp3.161 per kilogram, dan rendemen 21,87 persen sebesar Rp3.627 per kilogram.

Masih Ada PKS Beli di Bawah Harga Resmi

Meski harga telah disepakati, APKASINDO masih menemukan pelanggaran di lapangan. Netap mengungkapkan masih ada pabrik di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat yang membeli TBS petani pada kisaran Rp2.890 hingga Rp2.900 per kilogram.

“Padahal kualitas TBS dari kedua daerah tersebut termasuk yang terbaik di Aceh. Kondisi ini tentu sangat ironis dan perlu menjadi perhatian bersama agar hak-hak petani benar-benar terlindungi,” tegas Netap.

APKASINDO Minta Kalibrasi Timbangan dan Potongan Grading Ketat

Organisasi ini kembali mengingatkan pentingnya komitmen seluruh PKS menjalankan hasil kesepakatan. Netap menegaskan kalibrasi timbangan pabrik seharusnya dilakukan setiap enam bulan sekali, sementara potongan akibat proses grading TBS diharapkan tidak melebihi 2 persen.

“Harga ini telah disepakati bersama dan dituangkan dalam berita acara penetapan harga. Kami berharap seluruh PKS yang beroperasi di Aceh konsisten melaksanakan ketetapan tersebut. Saat ini telah ada pengawasan dari Ditreskrimsus Polda Aceh,” ujarnya.

Simbiosis Mutualisme Petani dan Pabrik

Netap menambahkan pihaknya tetap mendukung keberadaan seluruh PKS, khususnya pabrik komersial, karena keberadaan industri pengolahan menjadi bagian penting dalam rantai usaha perkebunan sawit. APKASINDO juga berkomitmen meningkatkan kualitas TBS petani melalui edukasi, pendampingan, dan pelatihan.

“Kami ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan pabrik. Petani mampu membangun kebun, sementara pabrik mengolah hasil panen. Mari bergandengan tangan dalam semangat simbiosis mutualisme demi kemajuan industri sawit Aceh,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: sawitsetara.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks