BANDA ACEH — Sebanyak 26.983 pelaku UMKM di Aceh telah menerima pembiayaan KUR dari Bank Aceh Syariah sejak 2022. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp2,94 triliun hingga Juni 2025.
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menyebut pembiayaan itu digunakan untuk modal kerja, investasi, pengadaan sarana produksi, hingga pengembangan kapasitas usaha. Sektor yang dijangkau meliputi perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, kerajinan, serta jasa dan pariwisata.
Fadhil menegaskan, penyaluran KUR bukan sekadar memberi akses permodalan. Pihaknya juga melakukan pendampingan agar usaha yang dijalankan bisa tumbuh berkelanjutan.
“Selain memberikan akses permodalan, kami juga melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Fadhil di Banda Aceh, Rabu (15/7/2025).
Program ini merupakan wujud dukungan Bank Aceh Syariah terhadap program pemerintah memperkuat UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. Targetnya, pembiayaan ini mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan lapangan kerja baru di Aceh.
“Kami berharap pembiayaan ini mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di Aceh,” ujar Fadhil.
Bank Aceh Syariah berkomitmen memperluas jangkauan layanan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kemudahan akses bagi masyarakat.