YOGYAKARTA — Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Festival Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang berlangsung di Hotel Alana Yogyakarta. Dewan Juri yang diketuai oleh Anggota Dewan Pers Republik Indonesia, Yogi Hadi Ismanto, menilai Fadhil Ilyas berhasil menunjukkan kepemimpinan yang mendukung keterbukaan informasi publik.
Penilaian Dewan Juri: Akses Informasi Mudah dan Hubungan Harmonis dengan Pers
Menurut hasil penilaian juri, Direktur Utama Bank Aceh dinilai konsisten membangun hubungan yang sehat antara institusi, media, dan masyarakat. Aspek yang dinilai meliputi kemudahan akses informasi, komunikasi yang konstruktif dan bertanggung jawab, serta keberpihakan terhadap penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.
Penghargaan ini bukan sekadar capaian individu. Fadhil Ilyas menyebutnya sebagai hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bank Aceh.
"Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Aceh. Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik masyarakat Aceh, penghargaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab," ujar Fadhil dalam sambutannya.
Keterbukaan Informasi sebagai Bagian dari Tata Kelola Perusahaan
Fadhil menegaskan, di tengah persaingan industri jasa keuangan yang kian ketat, keterbukaan informasi merupakan bagian tak terpisahkan dari penerapan Good Corporate Governance (GCG). Bank Aceh, menurutnya, terus memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas sebagai landasan membangun kepercayaan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyampaian informasi perusahaan secara berkala, penguatan fungsi kehumasan, optimalisasi kanal komunikasi digital, serta peningkatan layanan informasi publik. Bank Aceh juga membangun hubungan yang profesional dan berkelanjutan dengan media massa, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Transformasi Bank Aceh: Satu Dekade sebagai Bank Syariah
Momentum penghargaan ini bertepatan dengan perjalanan Bank Aceh yang telah memasuki satu dekade sebagai Bank Syariah. Transformasi perusahaan tidak hanya difokuskan pada penguatan bisnis, inovasi layanan, dan digitalisasi, tetapi juga pada komunikasi publik yang terbuka, kredibel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan fondasi tata kelola yang semakin baik, penguatan manajemen risiko, serta sinergi antara Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan seluruh insan perusahaan, Bank Aceh optimistis dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas kontribusinya bagi pembangunan ekonomi Aceh.
Kebanggaan bagi Aceh: Gubernur hingga Sekda Juga Raih Penghargaan
Malam penganugerahan tersebut juga menjadi momen membanggakan bagi Provinsi Aceh. Selain Direktur Utama Bank Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menerima penghargaan Pena Emas. Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir turut memperoleh penghargaan atas kepemimpinan dan kontribusinya dalam tata kelola pemerintahan dan komunikasi publik.
Fadhil berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh karyawan Bank Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat. “Kami menyadari bahwa kepercayaan adalah aset terbesar sebuah lembaga keuangan. Karena itu, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun komunikasi yang profesional dan bertanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.